{"id":5183,"date":"2025-10-16T00:55:28","date_gmt":"2025-10-16T00:55:28","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183"},"modified":"2025-10-16T00:55:28","modified_gmt":"2025-10-16T00:55:28","slug":"polarisasi-sosial-ancaman-sunyi-yang-menggerus-keutuhan-bangsa-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183","title":{"rendered":"Polarisasi Sosial: Ancaman Sunyi yang Menggerus Keutuhan Bangsa"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Oleh: Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Keterbelahan Sosial di Tengah Deru Kemajuan&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p><em>independennews.id <\/em>\u2014 Kita hidup di era yang di satu sisi menjanjikan kemajuan luar biasa, namun di sisi lain menyimpan bara yang dapat menghanguskan keutuhan sosial seperti: &#8220;Polarisasi Sosial&#8221;. Fenomena ini bukan sekadar perbedaan pandangan, melainkan bentuk &#8220;Segregasi Sosial&#8221; yang kian terasa ketika jurang ekonomi, budaya, dan moral semakin melebar.<\/p>\n\n\n\n<p>Polarisasi Sosial terjadi ketika masyarakat terbelah antara kelompok berpenghasilan tinggi dan kelompok berpenghasilan rendah, sementara lapisan menengah yang selama ini menjadi perekat sosial justru menyusut. Penelitian awal oleh R.E. Pahl di Pulau Sheppey menunjukkan bagaimana struktur kapitalis mengikis kesetaraan sosial. Fenomena serupa kini kian tampak di berbagai negara, termasuk Indonesia, terutama di kawasan perkotaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di kota-kota besar, kontras mencolok tampak jelas seperti: Gedung pencakar langit menjulang di tengah permukiman kumuh yang rapuh. Sementara sebagian kecil menikmati kemewahan, sebagian lain berjuang sekadar untuk hidup layak. Ketika &#8220;Restrukturisasi Ekonomi, Fluktuasi Properti, dan Kemajuan Teknologi Digital&#8221; tidak diimbangi kebijakan sosial yang berkeadilan, kesenjangan menjelma jurang pemisah, bukan sekadar berbeda, melainkan saling meniadakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari Dunia Maya ke Dunia Nyata: Polarisasi yang Mengeras<\/p>\n\n\n\n<p>Era Digital yang seharusnya menjadi ruang literasi sosial justru berubah menjadi medan pertempuran wacana.<br \/>Media Sosial kini tak lagi menebar pencerahan, melainkan menjadi panggung penuh &#8220;Fitnah yang Tak Berkesudahan, Ujaran Kebencian, dan Rasa Curiga yang Dipelihara&#8221;.<br \/>Bahkan menjadi &#8220;Arena Tempur Opini&#8221;. Narasi kebencian, hoaks, dan pembenaran diri terus menggema, menciptakan suasana gaduh dan melelahkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita seperti sedang &#8220;Menjamu Rasa Curiga&#8221;, menjadikannya santapan harian tanpa sadar telah menumpulkan Empati dan Logika. Tuduhan \u201cIjazah Palsu\u201d yang kerap dilemparkan tanpa dasar hukum dan bukti ilmiah menjadi contoh nyata bagaimana rasionalitas publik tergantikan oleh sensasi dan kecurigaan. Saling menuduh kini seolah dianggap sah, bahkan dijadikan hiburan kolektif di ruang digital yang tak bertepi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ironisnya, Aparat Penegak Hukum (APH) sering kali terkesan membiarkan situasi ini tanpa ketegasan. Diamnya hukum justru memupuk ketidakpercayaan publik terhadap keadilan. Fitnah dibiarkan tumbuh subur, sementara pelaku disanjung oleh pengikut yang haus sensasi. Ketika kebenaran dibungkam oleh kebisingan, maka moral publik kehilangan arah.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih menyedihkan lagi, sebagian kalangan &#8220;Akademisi dan Peneliti justru ikut terseret arus ego intelektual. Mereka berbicara atas nama ilmu, namun kadang terjebak dalam sikap merasa paling benar sendiri, seolah kebenaran hanya milik &#8220;Menara Gading&#8221;. Padahal, ilmu tanpa kebijaksanaan hanyalah kesombongan yang berwajah ilmiah. Akademisi sejati mestinya menjadi penjernih nalar bangsa, bukan menambah kabut persepsi publik.<\/p>\n\n\n\n<p>Kini, Kita juga menyaksikan rakyat saling serang demi pembenaran pandangan, bukan demi kebenaran hakiki. Kejujuran menjadi relatif; ketidakjujuran bisa disulap menjadi kebenaran baru. Nilai moral tergerus oleh pragmatisme politik dan ekonomi. Bahkan, kehormatan, sesuatu yang dahulu dijaga sekuat tenaga, kini seolah bisa diperdagangkan di \u201cBursa Kepentingan\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti dikemukakan Dr. Maslim Halimin (2025), \u201cRakyat tanpa sadar telah teradu domba. Umpatan bergema di jagad maya, diskusi kehilangan makna, kepakaran menjadi absur, dan kepemimpinan tinggal kenangan.\u201d Ungkapan ini bukan sekadar kritik sosial, melainkan peringatan keras akan bahaya yang sedang mengintai seperti: Ketika kebisingan digital menenggelamkan akal sehat, dan ketulusan berganti kepura-puraan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menemukan Kembali Ruh Persatuan dan Keadilan Sosial<\/p>\n\n\n\n<p>Polarisasi sosial bukanlah takdir yang tak bisa diubah. Ia adalah hasil dari &#8220;Ketimpangan dan Kelalaian Kolektif&#8221; yang dibiarkan tumbuh tanpa kendali. Karena itu, solusinya harus menyeluruh dan melibatkan semua pihak. Pemerintah Pusat dan Daerah perlu memperkuat kebijakan redistribusi ekonomi yang adil, memperluas lapangan kerja produktif, serta memastikan akses pendidikan dan kesehatan yang setara bagi seluruh warga.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun kebijakan saja tak cukup. Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pendidikan, Tokoh Keberagaman, serta Generasi Muda dan Mahasiswa harus berperan sebagai peneguh moral bangsa. Nilai-nilai luhur Nusantara seperti :&#8221;Sipakatau, Sipakainge\u2019, Sipakalebbi&#8221; di Sulawesi adalah warisan yang bisa menuntun masyarakat modern untuk tetap manusiawi di tengah arus digitalisasi yang melenakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bangsa Indonesia sejatinya memiliki &#8220;DNA&#8221; kebersamaan yang kuat. Dalam keberagaman itulah Kita seharusnya saling menguatkan, bukan saling meniadakan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBerbeda bukan berarti terpisah, beragam bukan berarti tercerai-berai.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Justru dari keberagamanlah lahir daya hidup bangsa yang beradab dan berdaulat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kembali ke Jalan Tengah: Menegakkan Hukum, Memulihkan Akal Sehat<\/p>\n\n\n\n<p>Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh siapa yang paling keras bersuara, tetapi oleh siapa yang paling tulus mendengarkan. Pemerintah, Akademisi, dan Masyarakat Sipil harus kembali meniti &#8220;Jalan Tengah, yakni Jalan Kebijaksanaan yang Menolak Ekstremisme dan Kebencian&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita membutuhkan &#8220;Kepemimpinan Moral dan Penegakan hukum yang Tegas sekaligus Berkeadilan&#8221;. Hukum harus hadir sebagai pelindung rakyat, bukan sekadar pelengkap formalitas negara. Ia harus berani menindak penyebar fitnah, pembuat hoaks, serta mereka yang menebar rasa curiga tanpa dasar. Sebab jika kebohongan dibiarkan menjadi kebiasaan, maka kejujuran akan kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n<p>Bangsa ini akan tetap kuat jika rakyatnya bersatu dalam semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menolak setiap bentuk adu domba. Sebab, &#8220;Indonesia bukan Sekadar Wilayah, tetapi Jiwa Kolektif yang Disatukan oleh Nilai Kemanusiaan dan Cita-cita Keadilan Sosial&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Mencegah Polarisasi, Merawat Persaudaraan<\/p>\n\n\n\n<p>Polarisasi Sosial adalah &#8220;Ancaman Sunyi yang Tak Kasat Mata namun mampu Menggerogoti Fondasi Bangsa dari Dalam&#8221;. Ketika fitnah dijadikan budaya, rasa curiga dipelihara, dan hukum membisu, maka niscaya di situlah keadilan kehilangan ruhnya. Karena itu, seluruh elemen bangsa harus bersatu mencegah keterbelahan dengan cara yang bermartabat: Melalui pendidikan yang mencerahkan, komunikasi yang menyejukkan, dan kepemimpinan yang benar-benar melayani rakyat.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia akan tetap utuh bila rakyatnya berani menolak fitnah, menghentikan kecurigaan, menegakkan keadilan, dan menjaga marwah hukum tanpa pandang bulu. Sebab, &#8220;Keadilan adalah Tiang Bangsa, dan Persaudaraan adalah Iantungnya&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Salam Keberagaman Nusantara<br \/>Beragam, Bersatu, Berdaya untuk Indonesia Raya<\/p>\n\n\n\n<p><em>Tentang Penulis :<br \/>Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. (Pensiunan ASN-PNS Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas dari Sulawesi Barat. Pemerhati Pendidikan, Adat dan Seni Budaya Nusantara).<br \/>Editor : Usman Laica<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. &#8220;Keterbelahan Sosial di Tengah Deru Kemajuan&#8221; independennews.id \u2014 Kita hidup di era yang di satu sisi menjanjikan kemajuan luar biasa, namun di sisi lain menyimpan bara yang dapat menghanguskan keutuhan sosial seperti: &#8220;Polarisasi Sosial&#8221;. Fenomena ini bukan sekadar perbedaan pandangan, melainkan bentuk &#8220;Segregasi Sosial&#8221; yang kian terasa ketika jurang ekonomi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4847,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-5183","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Polarisasi Sosial: Ancaman Sunyi yang Menggerus Keutuhan Bangsa - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/independennews.id\/?p=5183\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Polarisasi Sosial: Ancaman Sunyi yang Menggerus Keutuhan Bangsa - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. &#8220;Keterbelahan Sosial di Tengah Deru Kemajuan&#8221; independennews.id \u2014 Kita hidup di era yang di satu sisi menjanjikan kemajuan luar biasa, namun di sisi lain menyimpan bara yang dapat menghanguskan keutuhan sosial seperti: &#8220;Polarisasi Sosial&#8221;. Fenomena ini bukan sekadar perbedaan pandangan, melainkan bentuk &#8220;Segregasi Sosial&#8221; yang kian terasa ketika jurang ekonomi, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/independennews.id\/?p=5183\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-16T00:55:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"952\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5183#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5183\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"Polarisasi Sosial: Ancaman Sunyi yang Menggerus Keutuhan Bangsa\",\"datePublished\":\"2025-10-16T00:55:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5183\"},\"wordCount\":899,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5183#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\",\"articleSection\":[\"ARTIKEL\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5183\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5183\",\"name\":\"Polarisasi Sosial: Ancaman Sunyi yang Menggerus Keutuhan Bangsa - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5183#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5183#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-16T00:55:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5183#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5183\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5183#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\",\"width\":720,\"height\":952},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5183#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Polarisasi Sosial: Ancaman Sunyi yang Menggerus Keutuhan Bangsa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Polarisasi Sosial: Ancaman Sunyi yang Menggerus Keutuhan Bangsa - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Polarisasi Sosial: Ancaman Sunyi yang Menggerus Keutuhan Bangsa - independennews.id","og_description":"Oleh: Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. &#8220;Keterbelahan Sosial di Tengah Deru Kemajuan&#8221; independennews.id \u2014 Kita hidup di era yang di satu sisi menjanjikan kemajuan luar biasa, namun di sisi lain menyimpan bara yang dapat menghanguskan keutuhan sosial seperti: &#8220;Polarisasi Sosial&#8221;. Fenomena ini bukan sekadar perbedaan pandangan, melainkan bentuk &#8220;Segregasi Sosial&#8221; yang kian terasa ketika jurang ekonomi, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2025-10-16T00:55:28+00:00","og_image":[{"width":720,"height":952,"url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"Polarisasi Sosial: Ancaman Sunyi yang Menggerus Keutuhan Bangsa","datePublished":"2025-10-16T00:55:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183"},"wordCount":899,"publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","articleSection":["ARTIKEL"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183","url":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183","name":"Polarisasi Sosial: Ancaman Sunyi yang Menggerus Keutuhan Bangsa - independennews.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","datePublished":"2025-10-16T00:55:28+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/independennews.id\/?p=5183"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183#primaryimage","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","width":720,"height":952},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5183#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Polarisasi Sosial: Ancaman Sunyi yang Menggerus Keutuhan Bangsa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/independennews.id\/#website","url":"https:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"https:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"https:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5183"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5183\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5184,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5183\/revisions\/5184"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}