{"id":5158,"date":"2025-10-11T09:51:34","date_gmt":"2025-10-11T09:51:34","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158"},"modified":"2025-10-11T09:53:20","modified_gmt":"2025-10-11T09:53:20","slug":"5158","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158","title":{"rendered":"Bhinneka Tunggal Ika: Dari Semboyan ke Gerakan Sosial Kebangsaan"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Oleh: Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>independennews.id<\/em> \u2014 &#8220;Indonesia adalah Simfoni Keberagaman yang hanya bisa Dimainkan Indah bila setiap Nadanya Selaras dalam Harmoni Persatuan&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pusaran zaman yang kian terpolarisasi, semangat &#8220;Bhinneka Tunggal Ika&#8221; harus kembali dimaknai sebagai Energi Pemersatu Bangsa. Forum Keberagaman Nusantara (FKN) hadir bukan sekadar sebagai ruang Silaturahmi, tetapi sebagai Gerakan Sosial Kebangsaan untuk Merawat Harmoni dan Meneguhkan Nilai-nilai Kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia bukan sekadar Hamparan Tanah dari Sabang hingga Merauke.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ia adalah Nyanyian Jiwa yang Merdu, di mana setiap Nadanya Lahir dari Keberagaman Suku, Bahasa, dan Budaya&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ia bagaikan Sungai yang Mengalir Membawa Arus Sejarah, Mempertemukan Masa Lalu dan Masa Kini dalam Satu Harmoni yang Indah&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ia adalah Pohon Raksasa yang Berakar pada Pengorbanan para Pendahulu, Tumbuh di atas Semangat Kebersamaan, dan Menjulang tinggi membawa Harapan Generasi mendatang&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, pernahkah kita bertanya:<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah Kita benar-benar telah menjaga Indonesia sebagaimana mestinya?<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah Kita memperlakukan kebinekaan ini sebagai anugerah atau malah membiarkannya menjadi celah yang melemahkan?<\/p>\n\n\n\n<p>Menjaga Api Kebersamaan di Tengah Perbedaan<\/p>\n\n\n\n<p>Sejarah mencatat, Bangsa ini tidak pernah dibangun oleh Satu Suku, Satu Bahasa, atau Satu Budaya. Indonesia lahir dari semangat gotong royong, yakni dari tangan-tangan yang saling menggenggam dan dari Hati-Hati yang rela berkorban demi kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Kini, Kita dihadapkan pada ujian baru:<\/p>\n\n\n\n<p>Masihkah Kita memelihara semangat itu?<\/p>\n\n\n\n<p>Ataukah Kita perlahan tergelincir dalam kecurigaan dan prasangka?<\/p>\n\n\n\n<p>Kita kerap terjebak dalam Polarisasi dan Fanatisme Kelompok, lupa bahwa di atas segalanya Kita adalah &#8220;Saudara Sebangsa&#8221;. Kita sibuk melihat perbedaan hingga lupa bahwa Kita berbagi rumah yang sama: yakni, &#8220;Indonesia&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Bangsa yang Besar bukan hanya Diwarisi Tanah Subur, tetapi juga Hati yang Luas untuk saling Menerima. Indonesia akan tetap tegak bila warganya menolak dipecah oleh kebencian.<\/p>\n\n\n\n<p>FKN: Oase Keberagaman yang Menyejukkan<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam lanskap sosial Indonesia yang majemuk, kehadiran Forum Keberagaman Nusantara (FKN) menjadi oase yang menyejukkan.<br \/>Forum ini bukan sekadar ruang Silaturahmi Lintas Suku, Agama, dan Budaya, tetapi juga merupakan &#8220;Gerakan Sosial Kebangsaan&#8221; yang membumikan nilai &#8220;Bhinneka Tunggal Ika&#8221; dalam tindakan nyata.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Umum FKN, Arif Rahmansyah Marbun Tuanku Alamsyah, menegaskan bahwa Forum ini adalah \u201cIkhtiar Kolektif untuk Merajut Keberagaman Nusantara dan Meneguhkan Nilai-nilai Luhur Kebangsaan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Keberagaman harus dikelola dengan bijak sebagai kekuatan, bukan dipertentangkan sebagai perbedaan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Dewan Pembina FKN, Prof. K.H. Ma\u2019ruf Amin, yang juga Wakil Presiden RI ke-13, mengingatkan:<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kerukunan adalah Fondasi bagi Keberlangsungan Bangsa. Tanpa Persaudaraan Lintas Iman dan Budaya, Indonesia mudah terbelah oleh kepentingan sempit.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pesan tersebut menegaskan, persatuan sejati tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari Semangat Saling Menghormati dan Mengasihi.<\/p>\n\n\n\n<p>Generasi Muda, Penjaga Jalan Indonesia Emas 2045<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Visi Besar Indonesia Emas 2045, Generasi Muda adalah Penentu Arah Masa Depan Bangsa. Mereka bukan sekadar Mayoritas Populasi, tetapi juga Penjaga Nilai Kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>FKN memahami hal ini dengan membuka Ruang Dialog, Kolaborasi, serta Penguatan Literasi Kebinekaan bagi Pemuda Lintas Daerah dan Budaya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Pemuda Indonesia harus menjadi Motor Harmoni, bukan penonton dalam perubahan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dari Aceh hingga Papua, Keberagaman Generasi Muda harus diikat oleh nilai bersama seperti, &#8220;Cinta Tanah Air, Toleransi, dan Tanggung jawab Sosial&#8221;.<br \/>Cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak semata pada kemajuan ekonomi, melainkan juga pada Kematangan Moral, Spiritual, dan Budaya Bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari Semboyan Menjadi Gerakan Hidup<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"678\" src=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/0de50e83-6367-412f-84a6-0ad84dfd99d4-1024x678.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5161\" srcset=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/0de50e83-6367-412f-84a6-0ad84dfd99d4-1024x678.jpg 1024w, https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/0de50e83-6367-412f-84a6-0ad84dfd99d4-300x199.jpg 300w, https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/0de50e83-6367-412f-84a6-0ad84dfd99d4-768x508.jpg 768w, https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/0de50e83-6367-412f-84a6-0ad84dfd99d4.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Semboyan &#8220;Bhinneka Tunggal Ika&#8221; tidak boleh berhenti sebagai slogan seremonial. Ia harus hidup dalam perilaku masyarakat, yakni di ruang kelas, rumah ibadah, hingga ruang digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana diungkapkan Prof. Dr. Komaruddin Hidayat,<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIndonesia adalah Laboratorium Sosial Terbesar di Dunia. Kita bisa bertahan karena memiliki kemampuan mengelola perbedaan tanpa kehilangan arah kebangsaan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>FKN berperan sebagai Penjaga Laboratorium Sosial itu. Melibatkan &#8220;Tokoh Agama, Adat, Pendidikan, dan Pemuda&#8221;, Forum ini menjadi Jembatan antara k<br \/>Kearifan Masa lalu dan Tantangan Masa depan. Indonesia tidak dibangun di atas keseragaman, tetapi atas Kesediaan untuk Bersatu dalam Keberagaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia yang Dirajut oleh Cinta<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, semangat &#8220;Bhinneka Tunggal Ika&#8221; bukan hanya ideologi, tetapi Wujud Cinta kepada Bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>FKN mengajak seluruh elemen masyarakat untuk \u201cMerawat Keberagaman sebagai Warisan Luhur dan Menanamkan Harmoni sebagai Kekuatan Masa Depan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHanya Bangsa yang mampu Menghargai Perbedaannya yang akan tetap Teguh Menghadapi Badai Zaman.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, walau berbeda Warna dan Suara, Kita tetap Satu Irama: yakni &#8220;Indonesia&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia Emas bukan sekadar impian, melainkan takdir sejarah yang menanti untuk diwujudkan bersama : &#8220;Melalui Kolaborasi, Gotong royong, dan Cinta tanpa sekat bagi Tanah Air Tercinta ini&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Salam Damai Nusantara, Salam Sehat, dan Hormat Penuh Takzim.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tentang Penulis :<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. (Pensiunan ASN-PNS Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas.<br \/>Pemerhati Pendidikan dan Budaya Orang Mandar, Sulawesi Barat).<br \/>Editor : Usman Laica.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. independennews.id \u2014 &#8220;Indonesia adalah Simfoni Keberagaman yang hanya bisa Dimainkan Indah bila setiap Nadanya Selaras dalam Harmoni Persatuan&#8221; Dalam pusaran zaman yang kian terpolarisasi, semangat &#8220;Bhinneka Tunggal Ika&#8221; harus kembali dimaknai sebagai Energi Pemersatu Bangsa. Forum Keberagaman Nusantara (FKN) hadir bukan sekadar sebagai ruang Silaturahmi, tetapi sebagai Gerakan Sosial Kebangsaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5160,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-5158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bhinneka Tunggal Ika: Dari Semboyan ke Gerakan Sosial Kebangsaan - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/independennews.id\/?p=5158\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bhinneka Tunggal Ika: Dari Semboyan ke Gerakan Sosial Kebangsaan - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. independennews.id \u2014 &#8220;Indonesia adalah Simfoni Keberagaman yang hanya bisa Dimainkan Indah bila setiap Nadanya Selaras dalam Harmoni Persatuan&#8221; Dalam pusaran zaman yang kian terpolarisasi, semangat &#8220;Bhinneka Tunggal Ika&#8221; harus kembali dimaknai sebagai Energi Pemersatu Bangsa. Forum Keberagaman Nusantara (FKN) hadir bukan sekadar sebagai ruang Silaturahmi, tetapi sebagai Gerakan Sosial Kebangsaan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/independennews.id\/?p=5158\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-11T09:51:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-11T09:53:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/939ed6ea-1b67-4e7c-9514-9522e1163653.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"458\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5158#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5158\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"Bhinneka Tunggal Ika: Dari Semboyan ke Gerakan Sosial Kebangsaan\",\"datePublished\":\"2025-10-11T09:51:34+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-11T09:53:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5158\"},\"wordCount\":746,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5158#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/939ed6ea-1b67-4e7c-9514-9522e1163653.jpg\",\"articleSection\":[\"ARTIKEL\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5158\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5158\",\"name\":\"Bhinneka Tunggal Ika: Dari Semboyan ke Gerakan Sosial Kebangsaan - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5158#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5158#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/939ed6ea-1b67-4e7c-9514-9522e1163653.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-11T09:51:34+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-11T09:53:20+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5158#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5158\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5158#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/939ed6ea-1b67-4e7c-9514-9522e1163653.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/939ed6ea-1b67-4e7c-9514-9522e1163653.jpg\",\"width\":720,\"height\":458},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5158#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bhinneka Tunggal Ika: Dari Semboyan ke Gerakan Sosial Kebangsaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bhinneka Tunggal Ika: Dari Semboyan ke Gerakan Sosial Kebangsaan - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bhinneka Tunggal Ika: Dari Semboyan ke Gerakan Sosial Kebangsaan - independennews.id","og_description":"Oleh: Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. independennews.id \u2014 &#8220;Indonesia adalah Simfoni Keberagaman yang hanya bisa Dimainkan Indah bila setiap Nadanya Selaras dalam Harmoni Persatuan&#8221; Dalam pusaran zaman yang kian terpolarisasi, semangat &#8220;Bhinneka Tunggal Ika&#8221; harus kembali dimaknai sebagai Energi Pemersatu Bangsa. Forum Keberagaman Nusantara (FKN) hadir bukan sekadar sebagai ruang Silaturahmi, tetapi sebagai Gerakan Sosial Kebangsaan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2025-10-11T09:51:34+00:00","article_modified_time":"2025-10-11T09:53:20+00:00","og_image":[{"width":720,"height":458,"url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/939ed6ea-1b67-4e7c-9514-9522e1163653.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"Bhinneka Tunggal Ika: Dari Semboyan ke Gerakan Sosial Kebangsaan","datePublished":"2025-10-11T09:51:34+00:00","dateModified":"2025-10-11T09:53:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158"},"wordCount":746,"publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/939ed6ea-1b67-4e7c-9514-9522e1163653.jpg","articleSection":["ARTIKEL"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158","url":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158","name":"Bhinneka Tunggal Ika: Dari Semboyan ke Gerakan Sosial Kebangsaan - independennews.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/939ed6ea-1b67-4e7c-9514-9522e1163653.jpg","datePublished":"2025-10-11T09:51:34+00:00","dateModified":"2025-10-11T09:53:20+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/independennews.id\/?p=5158"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158#primaryimage","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/939ed6ea-1b67-4e7c-9514-9522e1163653.jpg","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/939ed6ea-1b67-4e7c-9514-9522e1163653.jpg","width":720,"height":458},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5158#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bhinneka Tunggal Ika: Dari Semboyan ke Gerakan Sosial Kebangsaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/independennews.id\/#website","url":"https:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"https:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"https:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5158"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5158\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5163,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5158\/revisions\/5163"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}