{"id":5138,"date":"2025-10-10T09:39:58","date_gmt":"2025-10-10T09:39:58","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138"},"modified":"2025-10-10T09:39:58","modified_gmt":"2025-10-10T09:39:58","slug":"fkn-menjaga-tenunan-keberagaman-dan-merajut-kerukunan-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138","title":{"rendered":"FKN: Menjaga Tenunan Keberagaman dan Merajut Kerukunan Nusantara"},"content":{"rendered":"\n<p><em>independennews.id <\/em>\u2014 Indonesia adalah anugerah Tuhan yang tiada tara, sebuah mozaik besar dengan lebih dari 17.000 Pulau, 1.300 Kelompok Etnis, serta Ratusan Bahasa Daerah dan Adat Istiadat yang hidup berdampingan dalam satu payung kebangsaan: &#8220;Negara Kesatuan Republik Indonesia&#8221;.<br>Keberagaman ini bukan hanya fakta sosial dan geografis, melainkan kekuatan spiritual dan budaya yang membentuk jati diri bangsa. Namun, di balik keindahannya, keberagaman juga mengandung potensi kerentanan bila tidak dijaga dengan kesadaran kolektif.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHarus ada yang mengawal, baik dari Pemerintah maupun dari Masyarakat. Forum Keberagaman Nusantara (FKN) adalah salah satu pengawal penjaga kerukunan yang Tumbuh dari Keinginan dan Inisiatif Masyarakat. Sebab kalau dari Pemerintah saja, itu kurang menjiwai, seperti ada instruksi,\u201d tegas Prof. K.H. Ma\u2019ruf Amin, Ketua Dewan Pembina FKN.<\/p>\n\n\n\n<p>Pernyataan tersebut merefleksikan semangat &#8220;Bottom-up Movement&#8221;. Gerakan moral dan sosial yang lahir dari kesadaran masyarakat untuk menjaga harmoni dalam keberagaman.<br \/>FKN tidak berdiri sebagai instrumen politik, melainkan sebagai ruang kolaborasi lintas suku, agama, budaya, dan generasi untuk memperkokoh nilai &#8220;Bhinneka Tunggal Ika&#8221; dalam praktik nyata.<\/p>\n\n\n\n<p>Merawat Keragaman, Menjaga Keutuhan Bangsa<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia tidak hanya kaya akan ragam budaya, tetapi juga memiliki &#8220;Sumber Daya Alam&#8221; melimpah yang menjadi incaran dunia. Justru karena kekayaan ini, potensi gangguan terhadap keutuhan bangsa selalu ada.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDan bukan tidak mungkin banyak orang yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Apalagi Indonesia ini kaya sumber alamnya. Mana ada negara lain kaya seperti Indonesia? Tanamannya tumbuh di sini, buah-buahannya, pisangnya saja ribuan varian,\u201d ujar Kiai Ma\u2019ruf dengan penuh keprihatinan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah pentingnya &#8220;Spirit Pengawalan Moral dan Sosial&#8221;, agar keberagaman tidak menjadi celah perpecahan, melainkan kekuatan yang memperkuat pondasi persatuan nasional. Seperti yang diungkapkan Prof. Komaruddin Hidayat, Cendekiawan dan Budayawan Islam Kontemporer:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIndonesia adalah laboratorium kebinekaan terbesar di dunia. Bila kita gagal menjaga harmoni sosial di sini, maka dunia kehilangan contoh hidup tentang bagaimana perbedaan bisa berjalan seiring dengan kemajuan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>FKN: Kolaborasi Lintas Suku, Agama, dan Generasi<\/p>\n\n\n\n<p>Forum Keberagaman Nusantara lahir pada 11 Mei 2024 lalu atas gagasan Arif Rahmansyah Marbun, Staf Khusus Wakil Presiden RI, ke-13, Prof. K.H. Ma\u2019ruf Amin bersama lebih dari 30 Tokoh Lintas Etnis, Agama, dan Budaya se-Nusantara. Tujuannya jelas:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUntuk mewujudkan kerja sama antarsuku, etnis, dan budaya dalam rangka Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>FKN hadir bukan untuk menggantikan peran negara, melainkan menjadi &#8220;Mitra Strategis Pemerintah dan Masyarakat&#8221; dalam menjaga kerukunan serta membangun kesadaran akan pentingnya pluralitas sebagai kekuatan bangsa. Melalui kerja sama dengan Lembaga Pendidikan, Organisasi Sosial, Pemerintah Daerah, dan Mitra Unternasional, FKN berupaya memperluas dampak positifnya hingga ke pelosok Nusantara.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pandangan Prof. Dr. Abdul Mu\u2019ti, M.Pd., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI,<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKeberagaman harus ditransformasikan menjadi Pendidikan Karakter. Sekolah dan komunitas harus menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar saling menghargai perbedaan, sebab di situlah fondasi kebangsaan dibangun.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Budaya sebagai Lem Perekat Bangsa<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai salah satu Tokoh Masyarakat Adat Mandar, menegaskan bahwa Akar Budaya Lokal memiliki kekuatan besar dalam menjaga harmoni sosial:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi tanah Malaqbi Mandar, Kami mengenal falsafah &#8220;Sibaliparriq dan Sipamandaq&#8221; : Gotong Royong menjalin rasa Empati dan Saling Menguatkan, Saling Menolong, dan Mempererat Tali Persaudaraan, sebagai dasar hidup bersama. Nilai ini sejalan dengan semangat FKN yang ingin merajut tenunan keberagaman menjadi Jubah Persaudaraan Nasional.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Budaya, menurut Prof. Edi Sedyawati, bukan sekadar warisan, melainkan sistem nilai yang membimbing masyarakat dalam menghadapi perubahan. FKN dengan demikian berfungsi bukan hanya sebagai forum dialog, tetapi juga &#8220;Penjaga Narasi Kebangsaan&#8221;, agar akar budaya tetap menjadi sumber kebijaksanaan di tengah modernisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Harmoni Nusantara Menuju Dunia<\/p>\n\n\n\n<p>Inisiatif Masyarakat seperti FKN juga mendapat atensi positif dari Komunitas Unternasional. Lembaga UNESCO dalam program Culture of Peace (Budaya Damai) menempatkan Indonesia sebagai contoh negara multikultural yang berhasil mempertahankan stabilitas sosial melalui pendekatan Budaya dan Pendidikan. Dalam hal ini, FKN menjadi cermin bagaimana &#8220;Masyarakat Sipil Indonesia mampu membangun Model Harmoni Sosial yang Otentik dan Berkelanjutan&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita rangkai keberagaman ini, niscaya orang banyak ingin memanfaatkannya. Karena itu, Kita perlu betul-betul menjaga bangsa ini. Hidup dan mati Kita menjaganya, jangan sampai dirusak orang, atau oleh bangsa sendiri karena kepentingan sesaat,\u201d pesan mendalam K.H. Ma\u2019ruf Amin.<\/p>\n\n\n\n<p>Menjaga Warisan, Menata Masa Depan<\/p>\n\n\n\n<p>FKN bukan sekadar Forum, melainkan Gerakan Moral. Ia mengingatkan bangsa ini pada cita-cita luhur para pendiri negara: &#8220;Mewujudkan Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Adil, dan Makmur di bawah Semboyan Bhinneka Tunggal Ika&#8221;.<br \/>Tantangan zaman boleh berubah, tetapi nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, dan toleransi harus tetap menjadi fondasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana pernah dikatakan Prof. Dr. Azyumardi Azra,<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKeberagaman tidak boleh hanya dirayakan dalam simbol, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata seperti: Menghormati, Mendengarkan, dan Bekerja Sama.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>FKN hadir untuk memastikan hal itu terus hidup, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, agar Indonesia tidak hanya dikenal karena luas wilayahnya, tetapi karena &#8220;Keluhuran Bud Masyarakatnya&#8221; yang menjaga keberagaman dengan cinta dan kebijaksanaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Merajut Nusantara dalam Damai<\/p>\n\n\n\n<p>FKN adalah Oase Persaudaraan di tengah dinamika zaman. Ia mengajarkan bahwa menjaga kerukunan bukan sekadar tugas negara, tetapi Tanggung jawab Moral Seluruh Rakyat. Bila Keberagaman adalah Warna, maka FKN adalah &#8220;Kuas yang merajut warna-warni itu menjadi lukisan indah bernama Indonesia&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSemoga Forum Keberagaman Nusantara ini tidak hanya menjadi forum kedaerahan, tetapi benar-benar menjadi Forum Kebangsaan dan bahkan Forum Kemanusiaan Dunia&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Indonesia akan tetap kuat, selama Kita merawat perbedaan dengan kasih sayang, dan menjaga keberagaman dengan kesadaran&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Salam Damai Nusantara dan Salam Hormat Penuh Takzim.<br>Penulis : Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd.<br>Editor : Usman Laica<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>independennews.id \u2014 Indonesia adalah anugerah Tuhan yang tiada tara, sebuah mozaik besar dengan lebih dari 17.000 Pulau, 1.300 Kelompok Etnis, serta Ratusan Bahasa Daerah dan Adat Istiadat yang hidup berdampingan dalam satu payung kebangsaan: &#8220;Negara Kesatuan Republik Indonesia&#8221;.Keberagaman ini bukan hanya fakta sosial dan geografis, melainkan kekuatan spiritual dan budaya yang membentuk jati diri bangsa. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5039,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-5138","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>FKN: Menjaga Tenunan Keberagaman dan Merajut Kerukunan Nusantara - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/independennews.id\/?p=5138\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"FKN: Menjaga Tenunan Keberagaman dan Merajut Kerukunan Nusantara - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"independennews.id \u2014 Indonesia adalah anugerah Tuhan yang tiada tara, sebuah mozaik besar dengan lebih dari 17.000 Pulau, 1.300 Kelompok Etnis, serta Ratusan Bahasa Daerah dan Adat Istiadat yang hidup berdampingan dalam satu payung kebangsaan: &#8220;Negara Kesatuan Republik Indonesia&#8221;.Keberagaman ini bukan hanya fakta sosial dan geografis, melainkan kekuatan spiritual dan budaya yang membentuk jati diri bangsa. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/independennews.id\/?p=5138\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-10T09:39:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/282e2e24-f865-4209-913d-6a9ebfedbddb.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"302\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"577\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5138#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5138\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"FKN: Menjaga Tenunan Keberagaman dan Merajut Kerukunan Nusantara\",\"datePublished\":\"2025-10-10T09:39:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5138\"},\"wordCount\":870,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5138#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/282e2e24-f865-4209-913d-6a9ebfedbddb.jpg\",\"articleSection\":[\"ARTIKEL\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5138\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5138\",\"name\":\"FKN: Menjaga Tenunan Keberagaman dan Merajut Kerukunan Nusantara - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5138#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5138#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/282e2e24-f865-4209-913d-6a9ebfedbddb.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-10T09:39:58+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5138#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5138\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5138#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/282e2e24-f865-4209-913d-6a9ebfedbddb.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/282e2e24-f865-4209-913d-6a9ebfedbddb.jpg\",\"width\":302,\"height\":577},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5138#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"FKN: Menjaga Tenunan Keberagaman dan Merajut Kerukunan Nusantara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"FKN: Menjaga Tenunan Keberagaman dan Merajut Kerukunan Nusantara - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"FKN: Menjaga Tenunan Keberagaman dan Merajut Kerukunan Nusantara - independennews.id","og_description":"independennews.id \u2014 Indonesia adalah anugerah Tuhan yang tiada tara, sebuah mozaik besar dengan lebih dari 17.000 Pulau, 1.300 Kelompok Etnis, serta Ratusan Bahasa Daerah dan Adat Istiadat yang hidup berdampingan dalam satu payung kebangsaan: &#8220;Negara Kesatuan Republik Indonesia&#8221;.Keberagaman ini bukan hanya fakta sosial dan geografis, melainkan kekuatan spiritual dan budaya yang membentuk jati diri bangsa. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2025-10-10T09:39:58+00:00","og_image":[{"width":302,"height":577,"url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/282e2e24-f865-4209-913d-6a9ebfedbddb.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"FKN: Menjaga Tenunan Keberagaman dan Merajut Kerukunan Nusantara","datePublished":"2025-10-10T09:39:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138"},"wordCount":870,"publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/282e2e24-f865-4209-913d-6a9ebfedbddb.jpg","articleSection":["ARTIKEL"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138","url":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138","name":"FKN: Menjaga Tenunan Keberagaman dan Merajut Kerukunan Nusantara - independennews.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/282e2e24-f865-4209-913d-6a9ebfedbddb.jpg","datePublished":"2025-10-10T09:39:58+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/independennews.id\/?p=5138"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138#primaryimage","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/282e2e24-f865-4209-913d-6a9ebfedbddb.jpg","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/282e2e24-f865-4209-913d-6a9ebfedbddb.jpg","width":302,"height":577},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5138#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"FKN: Menjaga Tenunan Keberagaman dan Merajut Kerukunan Nusantara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/independennews.id\/#website","url":"https:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"https:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"https:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5138"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5138\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5139,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5138\/revisions\/5139"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5039"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}