{"id":4883,"date":"2025-09-16T07:52:39","date_gmt":"2025-09-16T07:52:39","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883"},"modified":"2025-09-16T07:53:18","modified_gmt":"2025-09-16T07:53:18","slug":"saatnya-pendidikan-indonesia-bertransformasi-dari-budaya-menghukum-ke-budaya-apresiasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883","title":{"rendered":"Saatnya Pendidikan Indonesia Bertransformasi dari Budaya Menghukum ke Budaya Apresiasi"},"content":{"rendered":"\n<p><em>independennews.id <\/em>\u2014 <strong>Transformasi Pendidikan Indonesia membutuhkan Perubahan Paradigma. Dari &#8220;Pola Pikir Menghukum menuju Pola Pikir Membangun atau Apresiasi&#8221;. Atau dari &#8220;Discouragement ke Encouragement&#8221;. Agar Gagasan ini tidak berhenti sebatas Wacana, ada beberapa langkah nyata yang dapat ditempuh :<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pemerintah dan Pemerintah Daerah<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Reformasi Sistem Evaluasi Pendidikan. Penilaian tidak lagi berpusat pada angka semata, tetapi juga pada deskripsi perkembangan Siswa atau Mahasiswa, seperti praktik yang dilakukan di Amerika dan negara maju lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Pelatihan Guru Berbasis Empati. Guru dibekali keterampilan komunikasi yang menumbuhkan semangat atau apresiasi, bukan menakut-nakuti. Hal ini dapat dimasukkan dalam program Sertifikasi maupun Pendidikan Profesi Guru. Termasuk yang lebih penting : Uji Kompetensi Profesi Guru melalui Lembaga Independen seperti Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga Sektor Manajemen Pendidikan disingkat LSP-P3 Sektor MP yang berlisensi BNSP RI.<\/li>\n\n\n\n<li>Peraturan yang Melarang Kekerasan Fisik dan Verbal di Sekolah. Sejatinya ditegakkan dengan serius, bukan sekadar jargon.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pendidik dan Tenaga Kependidikan<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bangun Budaya Kelas yang Positif. Guru hendaknya mengubah \u201cRapor Merah\u201d menjadi kalimat motivasi atau apresiasi yang konstruktif, misalnya : \u201cAnanda sudah berusaha keras, mari Kita tingkatkan bersama.\u201d<\/li>\n\n\n\n<li>Ujian sebagai Ruang Dialog, bukan Arena Adu Kuasa. Penguji harus menjadi Fasilitator yang memberi ruang Siswa atau Mahasiswa menjelaskan Gagasan, bukan Predator yang siap menerkam kelemahan.<\/li>\n\n\n\n<li>Praktik \u201cCoaching\u201d dan Bimbingan Personal. Guru atau Dosen hadir sebagai pembimbing yang menuntun, sebagaimana pesan Ki Hadjar Dewantara: \u201cIng ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Orang Tua dan Keluarga<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Hargai setiap Usaha atau Proses, bukan Hanya Hasil. Anak yang baru belajar perlu disapa, dipeluk, diapresiasi, dan diarahkan. Satu kata pujian dapat menyalakan api semangat seumur hidup.<\/li>\n\n\n\n<li>Jadilah Teladan Encouragement. Orang tua yang &#8220;Sabar&#8221; akan melahirkan anak yang percaya diri. Orang tua yang penuh &#8220;Ancaman&#8221; akan melahirkan anak yang penuh ketakutan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Adat<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bangun Budaya Apresiasi dalam Komunitas. Dalam Forum Adat, Pengajian, maupun Kegiatan Sosial, mari lebih banyak mencari dan mengangkat keberhasilan Anak-anak Muda Bangsa ini, bukan hanya kesalahannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Menghidupkan Filosofi Kearifan Lokal. Dalam Budaya Orang Mandar, Orang Bugis, dan berbagai Budaya Nusantara, dikenal pepatah : &#8220;Saling Menghargai dan Menuntun adalah bentuk Penghormatan&#8221;. Nilai-nilai ini bisa dihidupkan kembali dalam Dunia Pendidikan Kita.<\/li>\n\n\n\n<li>Tokoh Agama. Dapat mengingatkan jamaahnya bahwa kelembutan dan kasih sayang adalah bagian dari iman, sehingga pendidikan harus berjalan dalam bingkai Cinta dan Kasih Sayang, bukan amarah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pemuda, Mahasiswa, dan Generasi Muda<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Hindari Reproduksi Budaya Menghukum. Jangan ulangi sikap senioritas yang menekan adik kelas atau junior di Sekolah ataupun di Kampus. Jadilah agen Encouragement bagi Teman Sebaya.<\/li>\n\n\n\n<li>Kembangkan Ruang Belajar Kolaboratif. Organisasi Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa bisa menjadi laboratorium Empati dan Motivasi, bukan sekadar arena kritik destruktif.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jalan Baru Pendidikan Indonesia<\/p>\n\n\n\n<p>Kita sedang berada di persimpangan jalan. Apakah akan terus melestarikan Budaya Menghukum yang penuh ancaman, atau berani menapaki jalan baru seperti : Budaya Membangun atau Apresiasi yang Penuh Dorongan yang Empati?<\/p>\n\n\n\n<p>Sejarah membuktikan, bahwa Bangsa yang maju bukanlah Bangsa yang menakut-nakuti generasinya, melainkan Bangsa yang percaya bahwa &#8220;Setiap Anak adalah Potensi yang harus Dirawat&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Mari Kita wariskan : bukan sekadar sekolah yang disiplin, tetapi sekolah yang menumbuhkan semangat, menyenangkan suasananya dan menyejukkan Hati untuk semua. Bukan sekadar :<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Guru yang Cerdas, tetapi Guru yang Berhati Mulia&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Bukan sekadar Rapor Penuh Angka, tetapi Rapor yang Menyalakan Harapan&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBantulah Orang lain untuk Maju, bukan dengan menghina atau menakut-nakuti, melainkan dengan Memotivasi dan Membimbing dengan penuh Cinta dan Kasih Sayang.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya dengan cara itulah, Indonesia mampu melahirkan :<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Generasi hebat yang tidak hanya pintar, tetapi juga Berkarakter, Berempati, dan Beradab&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Generasi yang siap menulis Sejarah Baru Peradaban Bangsa dengan Tinta Emas Keberanian dan Keikhlasan&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendidikan Sejati adalah tentang &#8220;Membantu Orang lain untuk Maju, bukan menjatuhkan dengan Ancaman&#8221;.<br \/>Seperti kata pepatah bijak :<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSetitik Penghargaan bisa melahirkan Samudra Keberanian. Setitik hinaan bisa melahirkan jurang keputusasaan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Sudah saatnya Pemerintah, Pendidik, Orang tua, dan Masyarakat meninggalkan Budaya Menghukum ke Budaya Membangun atau Apresiasi. Karena hanya dengan cara itu, Indonesia dapat melahirkan Generasi yang Cerdas, Tangguh, Beradab, dan Berkarakter Mulia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"201\" src=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/bfe8cd2a-7fa6-4473-a4b2-cb0c584389ab-300x201.jpg\" class=\"wp-image-4885\" srcset=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/bfe8cd2a-7fa6-4473-a4b2-cb0c584389ab-300x201.jpg 300w, https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/bfe8cd2a-7fa6-4473-a4b2-cb0c584389ab.jpg 643w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Mari merubah kebiasaan Kita semua yang selama ini senantiasa Menghukum menjadi Mengapresiasi kepada semua Anak Bangsa Menyongsong Indonesia Emas 2045.<\/p>\n\n\n\n<p>Salam Budaya Literasi dan Salam Hormat Penuh Takzim.<br>Penulis : Sjahrir Tamsi<br>Editor : Usman Laica<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>independennews.id \u2014 Transformasi Pendidikan Indonesia membutuhkan Perubahan Paradigma. Dari &#8220;Pola Pikir Menghukum menuju Pola Pikir Membangun atau Apresiasi&#8221;. Atau dari &#8220;Discouragement ke Encouragement&#8221;. Agar Gagasan ini tidak berhenti sebatas Wacana, ada beberapa langkah nyata yang dapat ditempuh : Jalan Baru Pendidikan Indonesia Kita sedang berada di persimpangan jalan. Apakah akan terus melestarikan Budaya Menghukum yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4882,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-4883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Saatnya Pendidikan Indonesia Bertransformasi dari Budaya Menghukum ke Budaya Apresiasi - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/independennews.id\/?p=4883\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Saatnya Pendidikan Indonesia Bertransformasi dari Budaya Menghukum ke Budaya Apresiasi - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"independennews.id \u2014 Transformasi Pendidikan Indonesia membutuhkan Perubahan Paradigma. Dari &#8220;Pola Pikir Menghukum menuju Pola Pikir Membangun atau Apresiasi&#8221;. Atau dari &#8220;Discouragement ke Encouragement&#8221;. Agar Gagasan ini tidak berhenti sebatas Wacana, ada beberapa langkah nyata yang dapat ditempuh : Jalan Baru Pendidikan Indonesia Kita sedang berada di persimpangan jalan. Apakah akan terus melestarikan Budaya Menghukum yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/independennews.id\/?p=4883\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-16T07:52:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-16T07:53:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/c0c14988-5868-4d7c-b5b0-8da660af9bb0.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"339\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4883#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4883\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"Saatnya Pendidikan Indonesia Bertransformasi dari Budaya Menghukum ke Budaya Apresiasi\",\"datePublished\":\"2025-09-16T07:52:39+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-16T07:53:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4883\"},\"wordCount\":674,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4883#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/c0c14988-5868-4d7c-b5b0-8da660af9bb0.jpg\",\"articleSection\":[\"ARTIKEL\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4883\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4883\",\"name\":\"Saatnya Pendidikan Indonesia Bertransformasi dari Budaya Menghukum ke Budaya Apresiasi - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4883#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4883#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/c0c14988-5868-4d7c-b5b0-8da660af9bb0.jpg\",\"datePublished\":\"2025-09-16T07:52:39+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-16T07:53:18+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4883#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4883\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4883#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/c0c14988-5868-4d7c-b5b0-8da660af9bb0.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/c0c14988-5868-4d7c-b5b0-8da660af9bb0.jpg\",\"width\":720,\"height\":339},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4883#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Saatnya Pendidikan Indonesia Bertransformasi dari Budaya Menghukum ke Budaya Apresiasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Saatnya Pendidikan Indonesia Bertransformasi dari Budaya Menghukum ke Budaya Apresiasi - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Saatnya Pendidikan Indonesia Bertransformasi dari Budaya Menghukum ke Budaya Apresiasi - independennews.id","og_description":"independennews.id \u2014 Transformasi Pendidikan Indonesia membutuhkan Perubahan Paradigma. Dari &#8220;Pola Pikir Menghukum menuju Pola Pikir Membangun atau Apresiasi&#8221;. Atau dari &#8220;Discouragement ke Encouragement&#8221;. Agar Gagasan ini tidak berhenti sebatas Wacana, ada beberapa langkah nyata yang dapat ditempuh : Jalan Baru Pendidikan Indonesia Kita sedang berada di persimpangan jalan. Apakah akan terus melestarikan Budaya Menghukum yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2025-09-16T07:52:39+00:00","article_modified_time":"2025-09-16T07:53:18+00:00","og_image":[{"width":720,"height":339,"url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/c0c14988-5868-4d7c-b5b0-8da660af9bb0.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"Saatnya Pendidikan Indonesia Bertransformasi dari Budaya Menghukum ke Budaya Apresiasi","datePublished":"2025-09-16T07:52:39+00:00","dateModified":"2025-09-16T07:53:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883"},"wordCount":674,"publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/c0c14988-5868-4d7c-b5b0-8da660af9bb0.jpg","articleSection":["ARTIKEL"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883","url":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883","name":"Saatnya Pendidikan Indonesia Bertransformasi dari Budaya Menghukum ke Budaya Apresiasi - independennews.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/c0c14988-5868-4d7c-b5b0-8da660af9bb0.jpg","datePublished":"2025-09-16T07:52:39+00:00","dateModified":"2025-09-16T07:53:18+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/independennews.id\/?p=4883"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883#primaryimage","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/c0c14988-5868-4d7c-b5b0-8da660af9bb0.jpg","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/c0c14988-5868-4d7c-b5b0-8da660af9bb0.jpg","width":720,"height":339},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4883#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Saatnya Pendidikan Indonesia Bertransformasi dari Budaya Menghukum ke Budaya Apresiasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/independennews.id\/#website","url":"https:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"https:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"https:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4883"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4883\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4886,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4883\/revisions\/4886"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4882"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}