{"id":4678,"date":"2025-09-04T11:32:11","date_gmt":"2025-09-04T11:32:11","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678"},"modified":"2025-09-04T12:02:32","modified_gmt":"2025-09-04T12:02:32","slug":"empan-papan-kearifan-lokal-jawa-untuk-indonesia-yang-bijak-dan-harmonis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678","title":{"rendered":"Empan Papan: Kearifan Lokal Jawa untuk Indonesia yang Bijak dan Harmonis"},"content":{"rendered":"\n<p><em>independennews.id<\/em> \u2014 Budaya Nusantara adalah mozaik yang kaya dengan ungkapan-ungkapan tradisional, pepatah, dan petuah yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhurnya di masing-masing daerah. Ungkapan tersebut bukan hanya sekadar hiasan bahasa, melainkan mengandung nilai luhur yang membentuk karakter Masyarakat Adat setempat. Salah satunya adalah ungkapan tradisional Jawa &#8220;Empan Papan&#8221;, yang sarat dengan &#8220;Kearifan Hidup&#8221; dan relevan dijadikan pedoman bersama, tidak hanya bagi orang Jawa, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia Lintas Budaya; (H.B. X. 2025).<\/p>\n\n\n\n<p>Secara sederhana, Empan Papan berarti kemampuan untuk menempatkan diri secara tepat sesuai situasi, kondisi, dan kedudukan dalam kehidupan sosial maupun pribadi. \u201cEmpan\u201d berarti Penerapan, sementara \u201cPapan\u201d berarti Tempat. Maka, Empan Papan menekankan pentingnya kesadaran diri untuk bersikap &#8220;Luwes, Arif, dan Bijaksana&#8221;, sehingga tindakan kita tidak bertentangan dengan aturan, norma, maupun tata krama yang berlaku di ruang dan waktu tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Orang Jawa meyakini bahwa kebenaran suatu sikap dan tindakan itu bersifat relatif : benar pada satu waktu bisa menjadi keliru jika diterapkan pada tempat dan kondisi yang berbeda. Di sinilah &#8220;Empan Papan berfungsi sebagai Penuntun&#8221;. Ia mengajarkan bahwa sebelum bertindak, manusia harus mempertimbangkan tujuan, pihak yang terlibat, situasi sosial, serta dampak dari tindakannya. Konsep ini sejatinya adalah &#8220;Kearifan Universal&#8221; yang bisa diterapkan dalam kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tantangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ungkapan &#8220;Empan Papan&#8221; juga berhubungan erat dengan konsep unggah-ungguh atau tata krama dalam masyarakat Jawa. Misalnya, dalam penggunaan bahasa Jawa yang memiliki tingkatan berbeda sesuai usia, kedudukan, atau situasi. Namun, esensi Empan Papan jauh lebih luas daripada sekadar aturan bahasa: ia adalah kesadaran penuh untuk menjaga Harmoni dalam hubungan Sosial.<br \/>Orang yang memiliki Empan Papan tahu kapan harus berbicara, kapan harus diam, kapan harus bersikap tegas, dan kapan harus mengalah demi kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dimaknai secara luas, Empan Papan bisa menjadi &#8220;Kearifan Lokal&#8221; yang membumi untuk seluruh Nusantara. Di tengah keberagaman budaya, agama, suku, dan bahasa, Indonesia membutuhkan &#8220;Pedoman Etis&#8221; yang menekankan pada sikap &#8220;Tenggang rasa, Empati, dan Kesadaran posisi diri. Dengan Empan Papan, perbedaan tidak menjadi sumber konflik, melainkan ruang belajar untuk saling menghormati.<\/p>\n\n\n\n<p>Ungkapan lain seperti &#8220;alon-alon waton kelakon atau giyak-giyak waton kecandhak&#8221; mungkin dirasa kurang relevan dalam dunia modern yang menuntut kecepatan dan instan. Namun, jika diletakkan dalam bingkai &#8220;Empan Papan&#8221;, ungkapan tersebut tetap bisa dimaknai secara positif: kesabaran dan kehati-hatian tidak berarti tertinggal, melainkan jalan untuk mencapai tujuan secara lebih bermakna.<\/p>\n\n\n\n<p>Kearifan Lokal, sebagaimana dikemukakan oleh Sibarani (2012), adalah &#8220;Pengetahuan asli masyarakat yang berasal dari tradisi untuk mengatur tatanan kehidupan secara arif&#8221;. Dalam konteks ini, &#8220;Empan Papan&#8221; adalah contoh nyata bagaimana kebijaksanaan tradisional dapat menjadi Fondasi Pembangunan Peradaban Modern&#8221;. Ia bukan hanya milik orang Jawa, melainkan inspirasi universal bagi siapa saja yang ingin membangun kehidupan yang &#8220;Harmonis, Damai, dan penuh Penghargaan&#8221; terhadap sesama.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, &#8220;Empan Papan&#8221; mengajarkan kita bahwa kecerdasan tidak hanya diukur dari pengetahuan akademik, tetapi juga dari kepekaan membaca situasi, keluwesan dalam bersikap, dan kemampuan menjaga keharmonisan sosial. Jika nilai ini dihidupkan kembali dan ditanamkan dalam pendidikan, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat, maka Indonesia akan semakin kokoh sebagai Bangsa yang Berkarakter, Bijak, dan Beradab.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Berikut adalah beberapa contoh konkret penerapan Empan Papan yang membumi:<\/em><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Dalam Kehidupan Sosial<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Di tengah perbedaan latar belakang, agama, suku dan budaya, Empan Papan mengajarkan kita untuk menempatkan diri secara bijak. Misalnya, ketika hadir dalam acara adat atau keagamaan orang lain, kita perlu berpakaian, berbicara, dan bersikap sesuai norma setempat. Sikap ini bukan sekadar sopan santun, melainkan bentuk penghargaan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Dalam Dunia Pendidikan<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Seorang Pengawas atau Kepala Sekolah ataupun Guru yang Empan Papan tahu kapan harus bersikap tegas untuk menegakkan disiplin, dan kapan harus lembut untuk memberi motivasi. Demikian pula Murid, belajar untuk menghormati Guru dengan bahasa dan sikap yang pantas, serta menghargai teman-temannya meskipun berbeda kemampuan. Dengan demikian, tercipta iklim belajar yang Harmonis.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Dalam Dunia Kerja<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Di lingkungan kerja, Empan Papan mendorong setiap orang menyesuaikan komunikasi sesuai posisi dan situasi. Saat berbicara dengan atasan, gunakan bahasa yang profesional dan sopan; saat dengan rekan sejawat, bangunlah suasana kerja sama yang egaliter; dan saat dengan bawahan, sertakan sikap membimbing. Dengan begitu, konflik dapat diminimalisir dan produktivitas meningkat.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Dalam Keluarga<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Empan Papan juga berarti peka terhadap peran masing-masing anggota keluarga. Orang tua menempatkan diri sebagai teladan yang penuh kasih, bukan sekadar pemberi perintah. Anak-anak pun belajar untuk menghargai orang tua dengan hormat, tanpa kehilangan ruang berekspresi. Sikap saling memahami ini memperkuat ikatan keluarga.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"5\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Dalam Era Digital<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Di zaman media sosial, Empan Papan sangat penting untuk menjaga etika berkomunikasi. Sebelum menulis komentar atau membagikan informasi, kita perlu bertanya:<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah ini bermanfaat?<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah pantas disampaikan di ruang publik?<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah menyinggung orang lain?<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan prinsip ini, maka niscaya Kita bisa menghindari ujaran kebencian, hoaks, maupun perpecahan yang sering muncul di dunia maya.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"6\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Dalam Kehidupan Berbangsa<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Indonesia yang plural membutuhkan masyarakat yang mampu menempatkan diri secara tepat. Empan Papan bisa menjadi jembatan untuk merawat persatuan. Misalnya, saat berbeda pandangan politik, setiap orang diajak untuk tetap menghargai perbedaan dan tidak saling merendahkan.<br \/>Niscaya, demokrasi berjalan sehat dan tidak menimbulkan perpecahan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, Empan Papan bukan hanya ungkapan tradisional Jawa, melainkan &#8220;Falsafah Hidup Universal&#8221; yang menekankan pada kepekaan, kesadaran, dan kebijaksanaan. Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, nilai ini justru semakin dibutuhkan agar manusia tidak kehilangan arah dan tetap mampu menjaga Harmoni dalam Keberagaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika setiap orang di Nusantara mampu mengaplikasikan prinsip Empan Papan dalam sikap sehari-hari, maka niscaya Kita tidak hanya menjaga Warisan Budaya Leluhur, tetapi juga Membangun Peradaban Indonesia yang Santun, Cerdas, dan Bermartabat.<\/p>\n\n\n\n<p>Salam Budaya Literasi..!<br \/><em>APenulis: Sjahrir Tamsi<br \/>Editor: Usman Laica<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>independennews.id \u2014 Budaya Nusantara adalah mozaik yang kaya dengan ungkapan-ungkapan tradisional, pepatah, dan petuah yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhurnya di masing-masing daerah. Ungkapan tersebut bukan hanya sekadar hiasan bahasa, melainkan mengandung nilai luhur yang membentuk karakter Masyarakat Adat setempat. Salah satunya adalah ungkapan tradisional Jawa &#8220;Empan Papan&#8221;, yang sarat dengan &#8220;Kearifan Hidup&#8221; dan relevan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4677,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-4678","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Empan Papan: Kearifan Lokal Jawa untuk Indonesia yang Bijak dan Harmonis - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/independennews.id\/?p=4678\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Empan Papan: Kearifan Lokal Jawa untuk Indonesia yang Bijak dan Harmonis - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"independennews.id \u2014 Budaya Nusantara adalah mozaik yang kaya dengan ungkapan-ungkapan tradisional, pepatah, dan petuah yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhurnya di masing-masing daerah. Ungkapan tersebut bukan hanya sekadar hiasan bahasa, melainkan mengandung nilai luhur yang membentuk karakter Masyarakat Adat setempat. Salah satunya adalah ungkapan tradisional Jawa &#8220;Empan Papan&#8221;, yang sarat dengan &#8220;Kearifan Hidup&#8221; dan relevan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/independennews.id\/?p=4678\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-04T11:32:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-04T12:02:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/eddf7aa4-9724-4138-97c8-2e349f4f3772.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"520\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"764\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4678#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4678\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"Empan Papan: Kearifan Lokal Jawa untuk Indonesia yang Bijak dan Harmonis\",\"datePublished\":\"2025-09-04T11:32:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-04T12:02:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4678\"},\"wordCount\":901,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4678#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/eddf7aa4-9724-4138-97c8-2e349f4f3772.jpg\",\"articleSection\":[\"ARTIKEL\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4678\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4678\",\"name\":\"Empan Papan: Kearifan Lokal Jawa untuk Indonesia yang Bijak dan Harmonis - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4678#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4678#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/eddf7aa4-9724-4138-97c8-2e349f4f3772.jpg\",\"datePublished\":\"2025-09-04T11:32:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-04T12:02:32+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4678#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4678\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4678#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/eddf7aa4-9724-4138-97c8-2e349f4f3772.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/eddf7aa4-9724-4138-97c8-2e349f4f3772.jpg\",\"width\":520,\"height\":764},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=4678#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Empan Papan: Kearifan Lokal Jawa untuk Indonesia yang Bijak dan Harmonis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Empan Papan: Kearifan Lokal Jawa untuk Indonesia yang Bijak dan Harmonis - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Empan Papan: Kearifan Lokal Jawa untuk Indonesia yang Bijak dan Harmonis - independennews.id","og_description":"independennews.id \u2014 Budaya Nusantara adalah mozaik yang kaya dengan ungkapan-ungkapan tradisional, pepatah, dan petuah yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhurnya di masing-masing daerah. Ungkapan tersebut bukan hanya sekadar hiasan bahasa, melainkan mengandung nilai luhur yang membentuk karakter Masyarakat Adat setempat. Salah satunya adalah ungkapan tradisional Jawa &#8220;Empan Papan&#8221;, yang sarat dengan &#8220;Kearifan Hidup&#8221; dan relevan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2025-09-04T11:32:11+00:00","article_modified_time":"2025-09-04T12:02:32+00:00","og_image":[{"width":520,"height":764,"url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/eddf7aa4-9724-4138-97c8-2e349f4f3772.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"Empan Papan: Kearifan Lokal Jawa untuk Indonesia yang Bijak dan Harmonis","datePublished":"2025-09-04T11:32:11+00:00","dateModified":"2025-09-04T12:02:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678"},"wordCount":901,"publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/eddf7aa4-9724-4138-97c8-2e349f4f3772.jpg","articleSection":["ARTIKEL"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678","url":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678","name":"Empan Papan: Kearifan Lokal Jawa untuk Indonesia yang Bijak dan Harmonis - independennews.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/eddf7aa4-9724-4138-97c8-2e349f4f3772.jpg","datePublished":"2025-09-04T11:32:11+00:00","dateModified":"2025-09-04T12:02:32+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/independennews.id\/?p=4678"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678#primaryimage","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/eddf7aa4-9724-4138-97c8-2e349f4f3772.jpg","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/eddf7aa4-9724-4138-97c8-2e349f4f3772.jpg","width":520,"height":764},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=4678#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Empan Papan: Kearifan Lokal Jawa untuk Indonesia yang Bijak dan Harmonis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/independennews.id\/#website","url":"https:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"https:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"https:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4678"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4678\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4728,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4678\/revisions\/4728"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4677"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}