{"id":3982,"date":"2025-07-17T10:11:59","date_gmt":"2025-07-17T10:11:59","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982"},"modified":"2025-07-17T10:13:06","modified_gmt":"2025-07-17T10:13:06","slug":"sdk-dan-jalan-baru-literasi-sekolah-di-sulawesi-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982","title":{"rendered":"SDK dan Jalan Baru Literasi Sekolah di Sulawesi Barat"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Oleh : Sjahrir Tamsi<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>independennews.id <\/em>\u2014 <strong>Kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), tentang kewajiban membaca 20 buku sebagai salah satu indikator kelulusan Murid Sekolah menimbulkan diskursus baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Artikel ini mengulas secara komprehensif kebijakan tersebut dengan pendekatan reflektif-kritis terhadap realitas literasi, kesiapan sistem pendidikan, serta strategi implementasi yang ideal. Analisis ini juga memperlihatkan bahwa transformasi budaya baca tidak bisa dicapai dengan pendekatan struktural semata, melainkan membutuhkan ekosistem pendidikan yang partisipatif dan bertahap.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kata Kunci : Literasi, Kebijakan Pendidikan, Budaya Membaca, Sulawesi Barat, Transformasi Pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Literasi menjadi isu krusial dalam lanskap pendidikan abad ke-21. Di tengah arus informasi yang deras dan gaya hidup digital yang serba instan, kemampuan literasi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan membaca teks tertulis, tetapi juga mencakup pemahaman, analisis, interpretasi, dan produksi pengetahuan. Di tengah urgensi itu, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menggagas kebijakan progresif : mewajibkan Murid Sekolah membaca minimal 20 buku sebagai salah satu indikator kelulusan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebijakan ini, tertuang dalam Surat Gubernur Sulawesi Barat No. 000.4.14.1\/174\/VII\/2025 tanggal 5 Juli 2025, menjadi terobosan yang tidak hanya menarik perhatian lokal tetapi juga menuai diskursus nasional. Dukungan publik pun datang dari berbagai tokoh nasional, seperti Denny Siregar dan Yusron Aminullah, yang melihat kebijakan ini sebagai bagian dari perjuangan menyelamatkan generasi muda dari jeratan budaya digital yang dangkal.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, kebijakan progresif tanpa strategi implementasi yang realistis bisa berujung kontra-produktif.<br \/>Artikel ini bertujuan menelaah lebih jauh kekuatan dan tantangan kebijakan tersebut serta mengusulkan tahapan transformasi literasi yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Literasi sebagai Kompetensi Fundamental Abad ke-21<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Literasi, menurut UNESCO (2017), tidak lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi kemampuan untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menciptakan informasi dalam berbagai bentuk. Dalam konteks pendidikan Indonesia, Gerakan Literasi Nasional (GLN) telah mendorong kesadaran literasi secara lebih sistemik sejak 2015. Namun, hasil survei PISA (Programme for International Student Assessment) menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di peringkat rendah dalam kompetensi literasi membaca, menulis, dan numerasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, upaya memperkuat budaya literasi di level pendidikan dasar dan menengah harus terus digenjot, terutama melalui strategi kebijakan yang berani dan visioner seperti yang dilakukan SDK. Namun, sebagaimana dikatakan oleh Paulo Freire (1970), pendidikan harus membebaskan dan membentuk kesadaran kritis, bukan sekadar memaksakan angka-angka administratif.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kekuatan Gagasan SDK : Sebuah Kebijakan Antisipatif<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kebijakan SDK layak diapresiasi karena menyentuh akar persoalan rendahnya budaya literasi Murid Sekolah. Dengan mendorong Murid Sekolah membaca minimal 20 buku, SDK berusaha menggeser paradigma pendidikan dari sekadar capaian kurikulum ke pembentukan karakter dan kecintaan pada ilmu. Di tengah dominasi budaya digital yang sering kali dangkal, membaca buku menjadi latihan berpikir panjang, memperdalam nalar, dan menumbuhkan daya imajinasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam perspektif pedagogik, membaca buku bukan hanya kegiatan kognitif, tetapi juga afektif dan reflektif. Membaca mempertemukan anak-anak dengan nilai-nilai kemanusiaan, membangun empati, dan memperluas Cakrawala Budaya. Dengan demikian, kebijakan SDK secara ideologis mengandung spirit &#8220;Humanisme Pendidikan&#8221; yang penting dihidupkan kembali dalam &#8220;Sistem Pendidikan Kita.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tantangan Realitas : Infrastruktur dan Kesiapan Budaya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Namun, seperti diakui banyak pihak, kebijakan tanpa dukungan ekosistem akan menghadapi tantangan serius. Dalam konteks Provinsi Sulawesi Barat, infrastruktur literasi masih menjadi persoalan. Banyak sekolah belum memiliki perpustakaan yang layak, koleksi buku terbatas, dan kualitas tenaga pengelola literasi yang belum memadai. Bahkan, sebagian Guru belum menunjukkan keteladanan dalam : &#8220;Praktik Membaca dan Menulis.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Rendahnya akses terhadap bacaan berkualitas juga menjadi kendala. Keluarga-keluarga di pelosok menghadapi tantangan ekonomi yang membuat pembelian buku menjadi hal yang mewah. Dalam konteks ini, pendekatan kebijakan wajib membaca bisa dianggap sebagai beban tambahan jika tidak disertai &#8220;Solusi Akses yang Konkret.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Usulan Strategi Implementasi : Dari Simbolik ke Transformasio &#8220;Al&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memastikan kebijakan ini tidak sekadar bersifat simbolik, maka implementasinya harus disusun secara bertahap dan menyeluruh. Beberapa strategi berikut diusulkan :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tahap Pilot Project dan Uji Coba.<br \/>Mulailah dengan sekolah-sekolah yang memiliki kesiapan infrastruktur, SDM, dan dukungan Pengawas dan Kepala Sekolah. Evaluasi proses dan hasilnya secara sistemik, sebelum diperluas ke daerah lain;<\/li>\n\n\n\n<li>Literasi Bertingkat dan Kontekstual.<br \/>Target jumlah buku bisa disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk SD cukup 5 buku\/tahun, SMP 10 buku, dan SMA 15\u201320 buku. Penilaian tidak semata kuantitatif, tetapi berbasis kualitas : &#8220;Pemahaman, Kreativitas, dan Keterlibatan Emosional.&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li>Keteladanan Guru dan Orang Tua.<br \/>Guru wajib membaca minimal 5 buku per semester dan membagikan refleksi bacanya kepada Muridnya di sekolah. Orang tua diajak mendampingi anak melalui gerakan &#8220;Parenting Literasi&#8221; berbasis komunitas lokal;<\/li>\n\n\n\n<li>Digitalisasi Literasi dan Akses Terbuka.<br \/>Pemerintah daerah dapat menjalin kerja sama dengan penyedia aplikasi baca digital seperti Let\u2019s Read, iPusnas, dan Perpusnas Mobile. Fasilitas Wi-Fi publik di Sekolah dan Balai Desa dapat dimanfaatkan untuk akses baca digital gratis;<\/li>\n\n\n\n<li>Diversifikasi Model Literasi.<br \/>Anak-anak dapat mengekspresikan hasil bacaannya melalui berbagai media: vlog, podcast, teater sekolah, lomba resensi, atau visualisasi gambar. Literasi harus menyenangkan dan &#8220;Memantik Kreativitas, bukan Menakutkan.&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li>Dukungan Kebijakan Anggaran.<br \/>Literasi harus dianggarkan secara memadai dalam APBD Pemerintah Daerah di bidang Pendidikan. Dana BOS Daerah bisa didedikasikan untuk pengadaan buku bermutu dan pelatihan literasi bagi Guru.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Menjadikan Literasi Sebagai Budaya Hidup<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Hamzah Ismail, Direktur Yayasan Masyarakat Mandar Madani (YMMM) dan Jamaah Maiyah Mandar : Transformasi literasi tidak cukup dengan kebijakan administratif. Ia harus menjadi &#8220;Gerakan Budaya.&#8221; Pemerintah Daerah bisa menginisiasi festival literasi tahunan, kampung literasi, rumah baca berbasis RT\/RW, dan dukungan kepada komunitas literasi lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Para Tokoh Publik : Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pendidikan dan Kebudayaan serta Pemimpin Daerah, Tokoh Pemuda dan Mahasiswa serta para Jurnalis dan Pegiat Literasi juga perlu menjadi &#8220;Role Model&#8221; dengan menunjukkan kebiasaan membaca dan berdiskusi buku secara terbuka. Media massa lokal dapat berperan aktif dalam mengangkat kisah inspiratif Murid Sekolah atau Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru yang menjadikan buku sebagai bagian dari hidupnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kembali Secara Intensif Memahami Pusat Literasi Antara lain (Kesimpulan) :<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka tentang wajib membaca 20 buku patut dicatat sebagai inisiatif berani dan penuh visi dalam konteks revitalisasi pendidikan berbasis literasi. Namun, keberhasilan kebijakan ini sangat ditentukan oleh kesiapan ekosistem literasi yang menyertainya diantaranya : infrastruktur, SDM, Akses, dan Budaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Literasi bukan sekadar membaca buku, melainkan membentuk manusia Berpikir, berdaya Kritis, dan mencintai Ilmu. Jika kebijakan ini dikawal dengan pendekatan yang holistik, partisipatif, dan berkelanjutan, maka Sulawesi Barat tidak hanya sedang memperbaiki kualitas pendidikannya, tetapi sedang merintis jalan menuju &#8220;Peradaban Baru.&#8221;<br \/>Gerakan ini menjadi salah satu upaya nyata Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam membangun generasi literat sebagai fondasi pembangunan daerah menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera menyongsong Indonesia Emas.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis adalah Purnakarya ASN-PNS Guru, Pernah Kepala Sekolah, Praktisi Pendidikan, Kebudayaan dan Vokasi, serta Pegiat Literasi Pendidikan dan Kebudayaan di Sulawesi Barat.<\/p>\n\n\n\n<p>Daftar Pustaka<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>KemendikbudristekRI. (2020). Panduan Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah;<\/li>\n\n\n\n<li>Hamzah Ismail. (2025). <em>Wajib Baca Minimal 20 Buku : Gagasan Cemerlang yang Butuh Pengkondisian<\/em> : Direktur Yayasan Masyarakat Mandar Madani (YMMM) dan Jamaah Maiyah Mandar, Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.<\/li>\n\n\n\n<li>Siregar, D. (2025). Komentar Publik di Media Sosial tentang Literasi dan Pendidikan. Jakarta : CokroTV Archives;<\/li>\n\n\n\n<li>Aminullah, Y. (2025). Status FB tentang Literasi. Diakses pada 7 Juli 2025.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2026 (2025). Gubernur Sulbar Wajibkan Siswa SMA Sederajat Baca 20 Buku Sebagai Syarat Kelulusan. Tempo.co;<\/li>\n\n\n\n<li>\u2026 (2025). Siswa SMA Sulbar Wajib Baca 20 Buku, Jadi Syarat Kelulusan. Cnnindonesia.com.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><em>Editor : Usman Laica<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Sjahrir Tamsi independennews.id \u2014 Kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), tentang kewajiban membaca 20 buku sebagai salah satu indikator kelulusan Murid Sekolah menimbulkan diskursus baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Artikel ini mengulas secara komprehensif kebijakan tersebut dengan pendekatan reflektif-kritis terhadap realitas literasi, kesiapan sistem pendidikan, serta strategi implementasi yang ideal. Analisis ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3981,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3982","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>SDK dan Jalan Baru Literasi Sekolah di Sulawesi Barat - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/independennews.id\/?p=3982\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"SDK dan Jalan Baru Literasi Sekolah di Sulawesi Barat - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Sjahrir Tamsi independennews.id \u2014 Kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), tentang kewajiban membaca 20 buku sebagai salah satu indikator kelulusan Murid Sekolah menimbulkan diskursus baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Artikel ini mengulas secara komprehensif kebijakan tersebut dengan pendekatan reflektif-kritis terhadap realitas literasi, kesiapan sistem pendidikan, serta strategi implementasi yang ideal. Analisis ini [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/independennews.id\/?p=3982\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-17T10:11:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-17T10:13:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-1-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"661\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"670\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3982#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3982\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"SDK dan Jalan Baru Literasi Sekolah di Sulawesi Barat\",\"datePublished\":\"2025-07-17T10:11:59+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-17T10:13:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3982\"},\"wordCount\":1129,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3982#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-1-2.jpg\",\"articleSection\":[\"DAERAH\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3982\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3982\",\"name\":\"SDK dan Jalan Baru Literasi Sekolah di Sulawesi Barat - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3982#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3982#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-1-2.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-17T10:11:59+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-17T10:13:06+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3982#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3982\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3982#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-1-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-1-2.jpg\",\"width\":661,\"height\":670},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3982#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"SDK dan Jalan Baru Literasi Sekolah di Sulawesi Barat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"SDK dan Jalan Baru Literasi Sekolah di Sulawesi Barat - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"SDK dan Jalan Baru Literasi Sekolah di Sulawesi Barat - independennews.id","og_description":"Oleh : Sjahrir Tamsi independennews.id \u2014 Kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), tentang kewajiban membaca 20 buku sebagai salah satu indikator kelulusan Murid Sekolah menimbulkan diskursus baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Artikel ini mengulas secara komprehensif kebijakan tersebut dengan pendekatan reflektif-kritis terhadap realitas literasi, kesiapan sistem pendidikan, serta strategi implementasi yang ideal. Analisis ini [&hellip;]","og_url":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2025-07-17T10:11:59+00:00","article_modified_time":"2025-07-17T10:13:06+00:00","og_image":[{"width":661,"height":670,"url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-1-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"SDK dan Jalan Baru Literasi Sekolah di Sulawesi Barat","datePublished":"2025-07-17T10:11:59+00:00","dateModified":"2025-07-17T10:13:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982"},"wordCount":1129,"publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-1-2.jpg","articleSection":["DAERAH"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982","url":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982","name":"SDK dan Jalan Baru Literasi Sekolah di Sulawesi Barat - independennews.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-1-2.jpg","datePublished":"2025-07-17T10:11:59+00:00","dateModified":"2025-07-17T10:13:06+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/independennews.id\/?p=3982"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982#primaryimage","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-1-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-1-2.jpg","width":661,"height":670},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3982#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"SDK dan Jalan Baru Literasi Sekolah di Sulawesi Barat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/independennews.id\/#website","url":"https:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"https:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"https:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3982","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3982"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3982\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3984,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3982\/revisions\/3984"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3981"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3982"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3982"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3982"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}