{"id":3952,"date":"2025-07-16T04:10:03","date_gmt":"2025-07-16T04:10:03","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952"},"modified":"2025-07-16T05:06:20","modified_gmt":"2025-07-16T05:06:20","slug":"pendidikan-kita-butuh-fondasi-yang-jelas-saatnya-menyusun-falsafah-pendidikan-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952","title":{"rendered":"Pendidikan Kita Butuh Fondasi yang Jelas : Saatnya Menyusun Falsafah Pendidikan Nasional"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Oleh : Sjahrir Tamsi<br \/>(Pemerhati Pendidikan, Kebudayaan dan Praktisi Vokasi)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>independennews.id <\/em>\u2014 <strong>Pendidikan kerap disebut sebagai &#8220;Fondasi Masa Depan Bangsa. Namun, apakah benar kita telah membangun fondasi itu dengan kuat? Pertanyaan ini layak kita renungkan bersama, terutama ketika melihat realitas pendidikan di Indonesia yang tampak sibuk dengan reformasi, tetapi hasilnya masih jauh dari harapan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sudah berapa kali kita mengganti Kurikulum? Sudah berapa banyak Pelatihan Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru dilakukan? Sudah berapa Triliun Anggaran Pendidikan digelontorkan? Namun hasil studi Internasional seperti PISA (Programme for International Student Assessment) masih menempatkan Indonesia di &#8220;Papan Bawah&#8221;. Kualitas pembelajaran tidak beranjak signifikan. Para Guru dan Siswa seakan berjalan dalam kabut : kebijakan berubah cepat, tapi tanpa arah yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis meyakini bahwa salah satu akar persoalan utamanya adalah &#8220;Ketiadaan Falsafah Pendidikan Nasional&#8221; yang menjadi pedoman tetap dalam penyusunan kebijakan dan arah Sistem Pendidikan Indonesia. Pendidikan kita selama ini ibarat &#8220;Kapal Besar&#8221; yang berlayar tanpa kompas. Ia bergerak, tetapi tak tahu pasti ke mana hendak menuju.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kompas yang Hilang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Padahal, sejak awal kemerdekaan, kita sudah memiliki dasar yang kuat. Pancasila dan UUD 1945 seharusnya menjadi fondasi nilai dan arah pendidikan kita. Namun, dalam praktiknya, nilai-nilai itu tidak benar-benar diterjemahkan secara eksplisit dalam sebuah &#8220;Falsafah Pendidikan Nasional&#8221; yang dapat menjadi kompas bersama. Maka tak heran, setiap pergantian Menteri Pendidikan atau Kebijakan Baru, maka kita seperti memulai dari nol lagi. Guru bingung, Siswa lelah, dan Masyarakat kehilangan kepercayaan pada &#8220;Sistem&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Bandingkan dengan Negara Finlandia atau Jepang. Negara-negara ini memiliki Falsafah Pendidikan yang sangat jelas. Mereka tahu bahwa pendidikan bukan sekadar soal angka ujian, tetapi tentang membentuk manusia yang utuh : &#8220;Berkarakter, Berpikir Kritis, dan Berdaya. Kebijakan mereka pun konsisten karena berakar pada falsafah yang telah disepakati bersama. Tidak mudah digoyang tren global atau tekanan politik sesaat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bukan Sekadar Masalah Teknis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kita seringkali terjebak menganggap pendidikan hanya soal teknis : &#8220;Kurikulum, Akreditasi, Pelatihan Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru&#8221;. Padahal, masalah kita jauh lebih dalam : &#8220;Soal Arah dan Makna Pendidikan itu sendiri&#8221;. Apa tujuan sejati pendidikan Indonesia? Anak seperti apa yang ingin kita bentuk? Nilai-nilai apa yang harus ditanamkan?<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar itu secara filosofis, kebijakan pendidikan kita akan selalu tambal sulam. Inovasi hanya bersifat jangka pendek. Bahkan kadang hanya kosmetik, bukan solusi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Membangun dari Akar, Bukan Permukaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Maka, inilah saatnya kita bicara lebih serius tentang &#8220;Menyusun Falsafah Pendidikan Nasional&#8221;. Bukan sekadar rumusan di atas kertas, tetapi sebagai kerangka nilai yang hidup, yang menjadi acuan seluruh pemangku kepentingan : dari &#8220;Pusat hingga Sekolah di pelosok, dari Guru hingga Orang tua&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Falsafah ini harus berpijak pada Pancasila, berakar pada kearifan lokal, tetapi juga mampu menjawab tantangan global. Ia harus inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan. Tidak hanya menjawab hari ini, tapi memandu perjalanan puluhan tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah ini pekerjaan mudah? Tentu tidak. Apakah ini bisa dilakukan dalam satu periode pemerintahan? Mungkin tidak. Tapi jika tidak kita mulai sekarang, maka kita akan terus terjebak dalam lingkaran yang sama : &#8220;Kebijakan silih berganti, hasil tak kunjung memuaskan&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Kembali SecaraIntensif Memahami Pusat Literasi Antara lain (Kesimpulan) :<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Jangan Terlambat Lagi&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika pendidikan adalah jembatan ke masa depan, maka fondasi dari jembatan itu adalah falsafah. Tanpa fondasi yang kuat, jembatan itu bisa runtuh kapan saja. Jangan sampai generasi muda kita terus menjadi korban kebijakan yang tidak jelas arahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita mulai bicara serius tentang &#8220;Falsafah Pendidikan Nasional&#8221;. Bukan untuk membebani sistem dengan dokumen baru, tapi untuk memberi arah yang kokoh dan bermakna. Demi masa depan anak-anak kita. Demi masa depan Indonesia Tercinta ini, dalam rangka mewujudkan Indonesia yang Maju, Hebat dan Kuat. Menyongsong Indonesia Emas.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis adalah Purnakarya ASN-PNS Guru, Pernah Kepala Sekolah, Praktisi Pendidikan, Kebudayaan dan Vokasi, serta Pegiat Literasi Pendidikan dan Kebudayaan di Sulawesi Barat.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Editor : Usman Laica<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Sjahrir Tamsi(Pemerhati Pendidikan, Kebudayaan dan Praktisi Vokasi) independennews.id \u2014 Pendidikan kerap disebut sebagai &#8220;Fondasi Masa Depan Bangsa. Namun, apakah benar kita telah membangun fondasi itu dengan kuat? Pertanyaan ini layak kita renungkan bersama, terutama ketika melihat realitas pendidikan di Indonesia yang tampak sibuk dengan reformasi, tetapi hasilnya masih jauh dari harapan. Sudah berapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3951,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-3952","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pendidikan Kita Butuh Fondasi yang Jelas : Saatnya Menyusun Falsafah Pendidikan Nasional - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/independennews.id\/?p=3952\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pendidikan Kita Butuh Fondasi yang Jelas : Saatnya Menyusun Falsafah Pendidikan Nasional - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Sjahrir Tamsi(Pemerhati Pendidikan, Kebudayaan dan Praktisi Vokasi) independennews.id \u2014 Pendidikan kerap disebut sebagai &#8220;Fondasi Masa Depan Bangsa. Namun, apakah benar kita telah membangun fondasi itu dengan kuat? Pertanyaan ini layak kita renungkan bersama, terutama ketika melihat realitas pendidikan di Indonesia yang tampak sibuk dengan reformasi, tetapi hasilnya masih jauh dari harapan. Sudah berapa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/independennews.id\/?p=3952\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-16T04:10:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-16T05:06:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-2-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"661\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"670\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3952#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3952\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"Pendidikan Kita Butuh Fondasi yang Jelas : Saatnya Menyusun Falsafah Pendidikan Nasional\",\"datePublished\":\"2025-07-16T04:10:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-16T05:06:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3952\"},\"wordCount\":609,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3952#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-2-1.jpg\",\"articleSection\":[\"PENDIDIKAN\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3952\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3952\",\"name\":\"Pendidikan Kita Butuh Fondasi yang Jelas : Saatnya Menyusun Falsafah Pendidikan Nasional - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3952#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3952#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-2-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-16T04:10:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-16T05:06:20+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3952#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3952\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3952#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-2-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-2-1.jpg\",\"width\":661,\"height\":670},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3952#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pendidikan Kita Butuh Fondasi yang Jelas : Saatnya Menyusun Falsafah Pendidikan Nasional\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pendidikan Kita Butuh Fondasi yang Jelas : Saatnya Menyusun Falsafah Pendidikan Nasional - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pendidikan Kita Butuh Fondasi yang Jelas : Saatnya Menyusun Falsafah Pendidikan Nasional - independennews.id","og_description":"Oleh : Sjahrir Tamsi(Pemerhati Pendidikan, Kebudayaan dan Praktisi Vokasi) independennews.id \u2014 Pendidikan kerap disebut sebagai &#8220;Fondasi Masa Depan Bangsa. Namun, apakah benar kita telah membangun fondasi itu dengan kuat? Pertanyaan ini layak kita renungkan bersama, terutama ketika melihat realitas pendidikan di Indonesia yang tampak sibuk dengan reformasi, tetapi hasilnya masih jauh dari harapan. Sudah berapa [&hellip;]","og_url":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2025-07-16T04:10:03+00:00","article_modified_time":"2025-07-16T05:06:20+00:00","og_image":[{"width":661,"height":670,"url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-2-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"Pendidikan Kita Butuh Fondasi yang Jelas : Saatnya Menyusun Falsafah Pendidikan Nasional","datePublished":"2025-07-16T04:10:03+00:00","dateModified":"2025-07-16T05:06:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952"},"wordCount":609,"publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-2-1.jpg","articleSection":["PENDIDIKAN"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952","url":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952","name":"Pendidikan Kita Butuh Fondasi yang Jelas : Saatnya Menyusun Falsafah Pendidikan Nasional - independennews.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-2-1.jpg","datePublished":"2025-07-16T04:10:03+00:00","dateModified":"2025-07-16T05:06:20+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/independennews.id\/?p=3952"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952#primaryimage","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-2-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/cddf367b-8000-4938-af69-437309105a68-2-1.jpg","width":661,"height":670},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=3952#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pendidikan Kita Butuh Fondasi yang Jelas : Saatnya Menyusun Falsafah Pendidikan Nasional"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/independennews.id\/#website","url":"https:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"https:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"https:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3952","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3952"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3952\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3963,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3952\/revisions\/3963"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3952"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3952"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3952"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}