Oleh : Sjahrir Tamsi
Waktu dan Kehidupan
independennews.id — Waktu adalah anugerah Ilahi yang tidak bisa diputar ulang. Seperti bumi yang senantiasa berputar pada porosnya, kehidupan manusia pun berputar dalam siklus awal dan akhir. “Setiap permulaan pasti berujung pada penghabisan,” begitu pula perjalanan saya pribadi, Sjahrir Tamsi dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Tepat 1 September 2024, setelah 35 tahun lebih mengemban amanah sebagai Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Satuan Pendidikan/Bimbingan Konseling, maka saya menutup masa pengabdian sebagai ASN-PNS.
Namun, “Purnabakti bukanlah akhir dari sebuah Pengabdian”. Ia adalah gerbang menuju bentuk pengabdian baru, dengan cara dan medium yang berbeda. Sebab sesungguhnya, sebagaimana pesan para ulama: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.”
Jejak Panjang Pengabdian
Perjalanan karier saya tidak begitu mulus, namun selalu bermakna. Dari ruang kelas sederhana hingga panggung-panggung prestasi Nasional, setiap langkah berlandaskan niat tulus dari Hati.
- Guru SMEAN 2 Makassar (1988–1993),
- Guru SMKN 8 Makassar (1993–2006),
- Guru SMKN 2 Majene (2006–2011),
- Pengawas BK SMA/SMK Polewali Mandar (2011–2014),
- Kepala SMKN Sulbar/Industri Kakao (2014–2018),
- Pengawas SMK Polewali Mandar (2018–2020),
- Kepala UPTD SMKN 1 Tapalang Barat, Mamuju (2020–2024).
Bukan hanya sekadar jabatan, setiap fase adalah ruang pengabdian untuk mendidik, membina, menginspirasi, dan memajukan pendidikan vokasi di tanah Malaqbi Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.
Prestasi dan Kiprah Inspiratif
Di SMKN Sulbar (Industri Kakao), saya seorang ASN-PNS bersama rekan sejawat yang seluruhnya “Honorer” membangun dan mengembangkan sekolah hingga menjadi Center of Excellence. Produk cokelat “MALAQBI” bukan sekadar karya siswa, melainkan simbol Identitas atau menjadi Ikon Provinsi Sulawesi Barat di kancah Nasional bahkan Internasional.
Prestasi demi prestasi diraih, mulai dari juara lomba tingkat nasional, kunjungan Pejabat Negara, hingga kolaborasi dengan Lembaga Internasional.
Di UPTD SMKN 1 Tapalang Barat, saya menginisiasi Program 3 in 1 yaitu :
- Tiada Hari Tanpa Praktik Kejuruan,
- Presensi Digital, dan
- Happy School.
Program ini menjadikan sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh yang menyenangkan para tamu dan menyejukkan Hati semua warga sekolah, yang Unggul, Produktif, dan penuh Kreativitas.
Filosofi Hidup : Dari Hati untuk Negeri
Saya percaya, ketulusan adalah fondasi pengabdian. “Sesungguhnya semua ketulusan berawal dari Hati yang ikhlas menerima apa adanya, lalu bersyukur atas yang ada.”
Doa dan Ikhtiar adalah senjata, dan Amal yang paling dicintai Allah SWT adalah ketika manusia mampu menghadirkan harmoni bagi sesamanya. Inilah prinsip hidup yang selalu saya pegang :
“Memberi Kebahagiaan dan Kedamaian Hati kepada Orang lain”
“Senang Melihat Orang lain Hidup Bahagia dan Senang Membimbing atau Membantu Orang lain agar Hidupnya menjadi Bahagia” walau hanya dengan sebuah senyuman manis.
Sebagaimana pesan KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah : “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.” Maknanya jelas, pengabdian tidak boleh berhenti pada kepentingan pribadi, melainkan harus menjadi jalan keberkahan bagi umat.
Apresiasi dan Penghargaan
Pengabdian panjang ini mendapatkan berbagai apresiasi, di antaranya :
- Guru Teladan Tingkat SLTA (Walikota Makassar, 1998),
- Satyalancana Karyasatya 10, 20 & 30 Tahun (Presiden RI ke-5, Megawati, Presiden RI ke-6, SBY & Presiden RI ke-7, Jokowi),
- Pengawas Berprestasi (Bupati Polewali Mandar, 2013 & 2014),
- Tokoh Nasional Pendidikan Kejuruan Inovatif (Pemimpin Redaksi Wartamerdeka. Jakarta, 2023),
- Yang Mulia (YM) Tomakaka Adaq Jambu Cappa Bate Dara’ Kerajaan Binuang Mandar XVIII (Sri Paduka Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangku Alam II. Yogyakarta, 2024).
Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan pengingat bahwa setiap karya tulus pasti menemukan jalannya.
Warisan Karya : Literasi dan Musik
Selain mendidik, saya menuangkan gagasan melalui artikel dan opini di berbagai media, serta mencipta lagu mars dan tembang Nusantara. Salah satunya Mars “SMK OKE De”, yang menjadi semangat bersama keluarga besar UPTD SMKN 1 Tapalang Barat.
Musik dan Literasi adalah bahasa universal. Melalui keduanya, saya berharap Generasi Muda mencintai Budaya, menjaga Identitas, sekaligus berani melangkah menembus batas Global.
Refleksi Tokoh
KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah berkata : “Tidak penting apa pun agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.”
Ki Hajar Dewantara mengingatkan : “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.”
Dua pesan luhur ini menjadi cermin dalam pengabdian : hadir sebagai “Teladan, Penggerak, dan Pendorong Generasi”.
Rekomendasi untuk Generasi Penerus
- Guru dan Kepala Sekolah harus terus bertransformasi menjadi “Pendidik Kreatif, Inovatif, dan Empatik”.
- Pendidikan Vokasi perlu ditopang serius dengan jejaring di luar pagar sekolah seperti : Dunia Usaha, Dunia Industri dan Duni Kerja (DUDIKA) agar lulusan SMK benar-benar siap kerja dan siap berwirausaha.
- Generasi Muda jangan kehilangan Akar Budaya, tapi juga jangan takut bersaing dalam dunia digital global.
- Purnabakti ASN harus dipandang sebagai kesempatan baru : tetap mengabdi melalui “Literasi, Budaya, dan Dakwah Kebajikan”.
Hidup adalah pengabdian. Purnabakti bukanlah titik, melainkan koma menuju babak baru. Semoga setiap langkah pengabdian ini menjadi amal jariyah, memberi keberkahan, dan menginspirasi Generasi Penerus Bangsa Indonesia tercinta ini.
“May Peace Abide in Our Heart : Semoga Kedamaian Senantiasa Bersemayam di Hati Kita Semua.”
Editor : Usman Laica
