{"id":3236,"date":"2025-05-29T04:40:00","date_gmt":"2025-05-29T04:40:00","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=3236"},"modified":"2025-05-29T04:40:00","modified_gmt":"2025-05-29T04:40:00","slug":"menohok-angka-putus-sekolah-realita-akar-masalah-dan-solusi","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/independennews.id\/?p=3236","title":{"rendered":"Menohok Angka Putus Sekolah : Realita, Akar Masalah, dan Solusi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis : SJAHRIR TAMSI.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abstrak :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angka putus sekolah di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan inklusif. Artikel ini mengulas data terkini tahun 2023\u20132024 yang menunjukkan bahwa 29,21% anak usia sekolah tidak melanjutkan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA, dengan angka tertinggi pada jenjang SMA sebesar 45,39%. Faktor ekonomi, aksesibilitas, serta kondisi sosial budaya menjadi penyebab utama. Artikel ini juga menguraikan berbagai dampak jangka panjang dan merekomendasikan solusi kebijakan berbasis inklusi dan kemitraan multisektor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kata kunci : putus sekolah, pendidikan inklusif, kebijakan pendidikan, akses pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendahuluan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara dan menjadi landasan utama dalam membangun peradaban bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan UUD 1945&nbsp;mendapat amandemen keempat pada Sidang Tahunan MPR 2022 tanggal 1-11 Agustus 2022. Pasal 31 ayat 1 sampai 5 merupakan bagian UUD 1945 Bab XIII tentang Pendidikan dan Kebudayaan UUD 1945.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasal 31 ini mengatur tentang kewajiban dan hak warga negara Indonesia dalam pendidikan, kewajiban pemerintah di bidang pendidikan dasar dan sistem pendidikan, dan anggaran pendidikan nasional. Berikut isi pasal 31 ayat 1 sampai 5 UUD 1945 :<br \/>Ayat 1 :&nbsp;&#8220;Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayat 2 :&nbsp;&#8220;Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang.&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayat 3 :&nbsp;&#8220;Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia.&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan Pasal 31 setelah amandemen UUD 1945 :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah amandemen UUD 1945, Pasal 31 mengalami perubahan, khususnya pada ayat 4 dan 5. Berikut adalah perubahan tersebut :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayat 4. (sebelum amandemen) :&nbsp;Tidak ada ayat 4 ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayat 4. (sesudah amandemen) :&nbsp;&#8220;Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara dan daerah untuk membiayai kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayat 5. (sebelum amandemen) :&nbsp;Tidak ada ayat 5 ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayat 5. (sesudah amandemen) :&nbsp;&#8220;Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia.&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun fakta menunjukkan bahwa masih banyak anak-anak Indonesia yang tidak mampu melanjutkan pendidikan formal. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2024), angka putus sekolah pada tahun 2023 mencapai 29,21% dari total 30,2 juta anak usia sekolah. Angka tertinggi terdapat pada jenjang SMA sebesar 45,39%, disusul SMP (13,83%) dan SD (1,34%).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena ini bukan sekadar angka statistik, tetapi cerminan dari tantangan sosial-ekonomi yang kompleks, yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pemangku kepentingan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyebab Putus Sekolah.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Faktor Ekonomi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi ekonomi keluarga menjadi penyebab dominan. Meskipun pendidikan dasar diklaim gratis, biaya tidak langsung seperti transportasi, seragam, dan kebutuhan harian tetap membebani keluarga miskin. Banyak anak yang terpaksa bekerja untuk membantu penghasilan keluarga.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Faktor Aksesibilitas.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak-anak di wilayah terpencil menghadapi hambatan geografis dan infrastruktur, seperti jarak sekolah yang jauh dan kurangnya transportasi. Selain itu, kekurangan guru berkualitas dan representatif<br \/>di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) turut memperparah kondisi ini.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Faktor Sosial dan Budaya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kurangnya dukungan dari orang tua, tekanan teman sebaya, serta nilai-nilai budaya tertentu yang kurang menekankan pentingnya pendidikan (terutama bagi anak perempuan) turut memperbesar risiko putus sekolah.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Faktor Gender.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data juga menunjukkan bahwa anak laki-laki memiliki angka putus sekolah lebih tinggi dibandingkan anak perempuan. Hal ini berkaitan dengan peran gender tradisional yang mendorong anak laki-laki mencari nafkah lebih awal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampak Jangka Panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Putus sekolah berdampak langsung pada peningkatan pengangguran usia muda, rendahnya daya saing tenaga kerja, dan meningkatnya kemiskinan antar generasi. Selain itu, anak-anak yang tidak sekolah rentan terhadap eksploitasi anak, kriminalitas, dan pernikahan dini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Solusi dan Rekomendasi.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Reformasi Kebijakan Pendidikan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu kebijakan yang lebih kontekstual dan progresif, seperti perluasan Program Indonesia Pintar, bantuan afirmatif, dan digitalisasi layanan pendidikan di daerah terpencil.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Peningkatan Peran Sekolah dan Guru.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekolah perlu membangun sistem deteksi dini Pesta Didik yang rentan putus sekolah. Guru harus diberdayakan sebagai agen perlindungan dan pendampingan anak.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Kolaborasi Lintas Sektor.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dunia usaha dan organisasi masyarakat sipil harus dilibatkan aktif melalui program CSR pendidikan dan inisiatif komunitas. Keterlibatan lintas sektor memperluas cakupan dukungan bagi anak-anak rentan.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Revitalisasi Pendidikan Vokasi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendidikan Kejuruan (SMK) harus diperkuat agar lebih relevan dengan kebutuhan ekonomi lokal, khususnya untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penutup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kembali Secara Intensif Memahami Pusat Literasi Antara lain (Kesimpulan) :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angka putus sekolah yang tinggi, terutama di jenjang SMA, menjadi tamparan keras bagi wajah pendidikan Indonesia. Ini bukan sekadar kegagalan individu, akan tetapi persoalan struktural yang perlu diselesaikan secara kolektif. Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Masyarakat, Sekolah, dan sektor Swasta harus bergandengan tangan membangun sistem pendidikan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daftar Pustaka :<br \/>UUD NKRI Tahun 1945;<br \/>UU RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;<br \/>Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024);<br \/>Statistik Pendidikan Indonesia Tahun 2023\/2024. Jakarta : Kemendikbudristek;<br \/>Badan Pusat Statistik. (2024). Data Sosial Ekonomi Nasional : Pendidikan dan Anak. Jakarta : BPS;<br \/>UNESCO. (2023). Global Education Monitoring Report 2023 : Leave no child behind. Paris : UNESCO;<br \/>Sjahrir Tamsi (2023) : Portal ATS, SMKN 1 Tapalang Barat Fasilitasi 2 Orang Anak Kembali Bersekolah. Wartamerdeka.Info. Mamuju;<br \/>Sjahrir Tamsi (2023) : Program Portal ATS Menuai Dukungan. Wartamerdeka.Info. Mamuju;<br \/>Sjahrir Tamsi (2023) : Lika-Liku Rekonfirmasi Data ATS. Wartamerdeka.Info. Mamuju;<br \/>Sjahrir Tamsi (2023) : SMKN 1 Tapalang Barat SUKSES Fasilitasi 6 orang ATS Kembali Bersekolah. Wartamerdeka.Info. Mamuju;<br \/>Sjahrir Tamsi (2023) : Solusi Menangani ATS Kronis di Sulawesi Barat. Wartamerdeka.Info. Mamuju;<br \/>Sjahrir Tamsi (2023) : Sosialisasi TPPK dan Program 4 + 1 di UPTD SMKN 1 Tapalang Barat, Menuai Sukses. Wartamerdeka.Info. Mamuju;<br \/>Sjahrir Tamsi (2023) : Program 4+1 Tuntas. Sejumlah Pihak Apresiasi Pj. Gubernur Sulawesi Barat. Wartamerdeka.Info. Mamuju;<br \/>Sjahrir Tamsi (2023) : Profil ATS Terima Beasiswa PIP,<br \/>Ruslan : Saya Senang dan Bahagia Diterima Sekolah di UPTD SMKN 1 Tapalang Barat. Wartamerdeka.Info. Mamuju;<br \/>Sjahrir Tamsi (2023) : Urgensi Penanganan &#8220;ATS&#8221; secara Terstruktur, Sistematis dan Masif di Provinsi Sulawesi Barat. Wartamerdeka.Info. Mamuju;<br \/>Sjahrir Tamsi (2023) : Program 4+1 Tuntas. Sejumlah Pihak Apresiasi Tim Koordinasi Pemda Sulawesi Barat. Wartamerdeka.Info. Mamuju;<br \/>Sjahrir Tamsi (2024) : Ruslan Siswa ATS Kelas XI Multimedia di SMKN Tapalang Barat. Wartamerdeka.Info. Mamuju;<br \/>Sjahrir Tamsi (2024) : Unik, 2 Anak &#8220;ATS&#8221; Bernama &#8220;Tiara&#8221;, Kembali Sekolah di UPTD SMKN 1 Barat;<br \/>Sjahrir Tamsi (2024) : ATS Kategori Putus Sekolah ikut Ujian Moda Daring di Mesjid &#8220;Hubbul Wathan&#8221; Tapalang Barat. Wartamerdeka.Info. Mamuju.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Polewali Mandar, 27 Mei 2025.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis : SJAHRIR TAMSI. Abstrak : Angka putus sekolah di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan inklusif. Artikel ini mengulas data terkini tahun 2023\u20132024 yang menunjukkan bahwa 29,21% anak usia sekolah tidak melanjutkan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA, dengan angka tertinggi pada jenjang SMA sebesar 45,39%. Faktor ekonomi, aksesibilitas, serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3235,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-3236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menohok Angka Putus Sekolah : Realita, Akar Masalah, dan Solusi - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/independennews.id\/?p=3236\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menohok Angka Putus Sekolah : Realita, Akar Masalah, dan Solusi - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penulis : SJAHRIR TAMSI. Abstrak : Angka putus sekolah di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan inklusif. Artikel ini mengulas data terkini tahun 2023\u20132024 yang menunjukkan bahwa 29,21% anak usia sekolah tidak melanjutkan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA, dengan angka tertinggi pada jenjang SMA sebesar 45,39%. Faktor ekonomi, aksesibilitas, serta [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/independennews.id\/?p=3236\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-29T04:40:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ead64b9a-cd64-434b-ac99-f61b8d03ad9b-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"806\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3236#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3236\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"Menohok Angka Putus Sekolah : Realita, Akar Masalah, dan Solusi\",\"datePublished\":\"2025-05-29T04:40:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3236\"},\"wordCount\":928,\"publisher\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3236#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/ead64b9a-cd64-434b-ac99-f61b8d03ad9b-1.jpg\",\"articleSection\":[\"ARTIKEL\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3236\",\"url\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3236\",\"name\":\"Menohok Angka Putus Sekolah : Realita, Akar Masalah, dan Solusi - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3236#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3236#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/ead64b9a-cd64-434b-ac99-f61b8d03ad9b-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-29T04:40:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3236#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3236\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3236#primaryimage\",\"url\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/ead64b9a-cd64-434b-ac99-f61b8d03ad9b-1.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/ead64b9a-cd64-434b-ac99-f61b8d03ad9b-1.jpg\",\"width\":720,\"height\":806},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=3236#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menohok Angka Putus Sekolah : Realita, Akar Masalah, dan Solusi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menohok Angka Putus Sekolah : Realita, Akar Masalah, dan Solusi - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/independennews.id\/?p=3236","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menohok Angka Putus Sekolah : Realita, Akar Masalah, dan Solusi - independennews.id","og_description":"Penulis : SJAHRIR TAMSI. Abstrak : Angka putus sekolah di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan inklusif. Artikel ini mengulas data terkini tahun 2023\u20132024 yang menunjukkan bahwa 29,21% anak usia sekolah tidak melanjutkan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA, dengan angka tertinggi pada jenjang SMA sebesar 45,39%. Faktor ekonomi, aksesibilitas, serta [&hellip;]","og_url":"http:\/\/independennews.id\/?p=3236","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2025-05-29T04:40:00+00:00","og_image":[{"width":720,"height":806,"url":"http:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ead64b9a-cd64-434b-ac99-f61b8d03ad9b-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=3236#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=3236"},"author":{"name":"admin","@id":"http:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"Menohok Angka Putus Sekolah : Realita, Akar Masalah, dan Solusi","datePublished":"2025-05-29T04:40:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=3236"},"wordCount":928,"publisher":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=3236#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ead64b9a-cd64-434b-ac99-f61b8d03ad9b-1.jpg","articleSection":["ARTIKEL"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=3236","url":"http:\/\/independennews.id\/?p=3236","name":"Menohok Angka Putus Sekolah : Realita, Akar Masalah, dan Solusi - independennews.id","isPartOf":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=3236#primaryimage"},"image":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=3236#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ead64b9a-cd64-434b-ac99-f61b8d03ad9b-1.jpg","datePublished":"2025-05-29T04:40:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=3236#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/independennews.id\/?p=3236"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=3236#primaryimage","url":"http:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ead64b9a-cd64-434b-ac99-f61b8d03ad9b-1.jpg","contentUrl":"http:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ead64b9a-cd64-434b-ac99-f61b8d03ad9b-1.jpg","width":720,"height":806},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=3236#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menohok Angka Putus Sekolah : Realita, Akar Masalah, dan Solusi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"http:\/\/independennews.id\/#website","url":"http:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"http:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"http:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"http:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"http:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"http:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"http:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"http:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"jetpack_featured_media_url":"http:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ead64b9a-cd64-434b-ac99-f61b8d03ad9b-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3236"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3237,"href":"http:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3236\/revisions\/3237"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3235"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}